ANGKATAN X PT ASDP DI BBPP KETINDAN TAHUN 2017

Tak terasa waktu telah ternikmati dan berjalan sesuai dengan aktivitas masing–masing personil dalam mengabdi di perusahaan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Kurun waktu tersisa tinggal 1-3 tahun, baru terhenyak bahwa masa purna bhakti akan segera dimasuki dan tanda ijazah pensiun diterima. Itulah gambaran singkat kondisi kepegawaian 30  orang yang sedang berlatih kewirausahaan agribisnis di BBPP Ketindan tanggal 19- 24 Maret 2017. Peserta terdiri atas 4 perempuan dan 26 laki-laki, mereka berasal dari berbagai wilayah. Propinsi Jawa timur 3 orang, Maluku 1 orang, Sulawesi Selatan 3 orang, Lampung 4 orang, Bangka Belitung 2 orang, Kalimantan Selatan 2 orang, Nusa Tenggara Barat 4 orang, Nusa Tenggara Timur 7 orang dan Jakarta 4 orang.

Diklat ini dipandang penting sebagai persiapan psikologi para calon purna bhakti agar siap dan senang  memasuki masa pensiun. Pemilihan komoditas yang dilatihkan juga berdasarkan keinginan calon peserta sehingga bekal teknis dan managemen dalam pelatihan diharapkan mampu menjawab kekurangan kemampuan dalam berwirausaha di masa depan sesuai dengan hasrat/ minat masing-masing. Oleh karena itu metode diklat dirancang sedemikian rupa guna mengakomodasikan kebutuhan peserta diklat dengan memadukan teori, praktek dan kunjungan lapangan baik di lingkungan BBPP Ketindan ataupun pengusaha kecil menengah yang berhasil di sekitar Malang Raya.

Dalam sambutan oleh Kepala BBPP Ketindan, pentingnya menyiapkan diri dalam memasuki masa pensiun agar tidak terjadi kesenjangan saat bekerja dan saat pensiun. Pembentukan mental psikologis agar siap memasuki masa pensiun dengan mengalihkan kegiatan yang selama ini di bawah kendali perusahaan menjadi kegiatan mandiri yang menyenangkan, menyehatkan dan mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri dan keluarga.

Sebagai pembekalan telah diberikan pengarahan oleh Vice President PT ASDP (Tjuk Prayitno) pada saat pembukaan diklat  di aula Mahkota Dewa, bahwa  peserta diklat yang berasal dari berbagai cabang ASDP seluruh Indonesia akan menerima pembekalan, sesuai dengan minat/hasrat  peserta sehingga mampu mendorong dan menginspirasi para calon purna bhakti untuk berwirausaha. Diharapkan peserta terbekali teknik analisis kelayakan usaha yang kelak akan digeluti sehingga dana pensiun yang akan diterima dapat dikembangkan dengan baik. Kegiatan ini sebagai sinyal persiapan psikologi/ mental masa pensiun, agar sehat dan bahagia. Untuk lebih membuka mata bahwa berwirausaha itu menyenangkan dan mampu menyalurkan energi potensial masing-masing orang sekaligus menguntungkan secara finansial, maka proses diklat peserta akan diajak mengunjungi pengusaha bebek di Turen Malang dan pengusaha Hidroganik di Gondanglegi. Dan pengalaman dengan pengusaha yang telah berhasil mengekspor pasta ubi, tray  anggrek serta berbagai olahan dan bunga potong yaitu dari CV Arjuna Flora, Batu, serta widyaiswara dari BBPP Ketindan tentunya. 

Nuansa antusis, ceria dan bersahabat tercermin dari wajah para  peserta calon purna bhakti. Mereka menyadari bahwa institusi tempat bekerja telah memberikan perhatian besar agar mereka nantinya dapat berdikari, berkreasi dan berusaha, baik dikelola secara prinsip bisnis murni ataukah sebagai hiburan di masa pensiun. Pemanfaatan jejaring kerja juga tak luput dari perhatian, untuk itu  data, pola dan kekerabatan diupayakan terjalin selalu sebagai modal awal berusaha/berwirausaha. Ini sebagai implementasi dari pembelajaran pengusaha sukses yang mengajarkan bahwa untuk menjadi berhasil dalam bisnis maka bertemanlah dengan pebisnis, karena sadar atau tidak kita akan selalu belajar ketika berkomunikasi dengannya.

Oh ya, diklat Persiapan Purna Bhakti bagi Karyawan PT ASDP Indonesia Ferry di tahun 2017 pada tanggal 20-24 Maret  merupakan kerjasama BBPP Ketindan dengan PT ASDP Indonesia yang ke 10 dari jumlah kerjasama yang telah terjalin selama ini. Berbuat yang terbaik untuk pola kerjasama menjadi motto bersama antara BBPP Ketindan dengan PT ASDP Indonesia, sehingga tugas dan kewajiban dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat terwujud.

 

Bagikan Artikel :