BBPP KETINDAN, AKSELERASIKAN PERLUASAN AREAL TANAMAN KELAPA MELALUI DIKLAT TEMATIK DI LEMBATA NTT

Kelapa merupakan satu dari beberapa komoditas yang mendapatkan perhatian dari Kementerian Pertanian RI. Untuk program pendampingan dan pengawalan APBN maupun APBN-P tahun 2017 Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah pusat melalui BBPP Ketindan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata menyelenggarakan Diklat Tematik komoditas Kelapa di Balai Penyuluhan Pertanian/Unit Pelaksana Teknis Daerah Nubatukan Kecamatan Lewoleba dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, berasal dari Kecamatan Labatukan 8 pelaku utama yang mewakili Gapoktan Banitobo, Gapoktan Malemu, Poktan Sinar Pagi dan Poktan Losoren, sedangkan dari Kecamatan Atadei 22 pelaku utama yang mewakili Poktan Lewudawan, Ongan Papa, Melati, Kasadarma, Watotena, Lama Ile, Mirek Puka, Waikawi, Lakaraya, Amakrodo, dan Lama Keba.

Diklat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq, SP. Pada kesempatan bertatap muka dengan pelaku utama komoditas kelapa, Kanisius Tuaq, SP, menyampaikan bahwa peserta diklat merupakan pelaku utama yang telah divalidasi sebagai penerima perbantuan benih kelapa dari pemerintah, untuk memperluas areal tanam, untuk itu diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti diklat tematik ini dengan serius hingga berakhirnya kegiatan.

Pembukaan diklat tematik

Sebagai penerima manfaat program pemerintah APBN-P tahun 2017, diharapkan seluruh materi yang diterima dapat disosialisasikan, diterapkan dan dikembangkan di kelompok tani masing-masing. Diklat Tematik yang sedang berlangsung ini akan sangat  mendukung program pemerintah daerah  yang dikenal dengan “MELATI MEKAR “ membangun lahan tidur untuk kesejahteraan rakyat.

                    Membangun Komitmen Belajar               Diskusi Bersama Permasalahan Kelapa

Diklat tematik tanaman kelapa ini membantu menyiapkan SDM pelaku utama yang pada tahun 2016 belum mendapat perbantuan benih, dan akan difasilitasi pada tahun 2017, sehingga budidaya tanaman kelapa hasil diklat oleh pelaku utama merupakan penerapan budidaya yang baik dan benar.

 

Bagikan Artikel :