BBPP KETINDAN BUDIDAYAKAN LABU MADU NON PESTISIDA

Siapa sih yang tidak tahu labu madu? Pastinya banyak yang sudah tahu dan pernah mengkonsumsinya. Nah salah satu widyaiswara departemen budidaya dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nunung Nurhadi, sedang membudidayakan labu madu. Labu madu yang masuk dalam family cucurbitaceae memiliki nama latin Cucurbita moschata merupakan salah satu kelompok tanaman labu-labuan yang sedang menjadi trend dan banyak di gandrungi masyarakat saat ini. Daya tarik labu madu ini adalah kandungan antioksidan, betakaroten, Vitamin A dan B Komplek cukup tinggi. Bahkan buah ini banyak digunakan sebagai makanan pendamping ASI bagi para balita dan ibu menyusui. Manfaat itulah yang kemudian membuat buah yang satu ini begitu diminati dan dikonsumsi.

Varietas yang dibudidayakan oleh Nurhadi yaitu F1 Peacock produksi Known You Seed. Luas lahan yang ditanami 110m2 dengan populasi 80 pohon. Umur 3-4 bulan setelah transplanting sudah bisa dipanen. Dipilihnya varietas F1 Peacock karena relatif tahan terhadap tahan serangan hama penyakit. Mempunyai nilai ekonomis dengan harga 10-15 ribu, bahkan di supermarket harganya bisa mencapai 40 - 50 ribu. Selain itu labu jenis ini buahnya lebih besar dan warnanya lebih oranye serta rasanya lebih legit, betakaroten yang dikandungnya membuat lebih sehat untuk dikonsumsi selain itu kaya akan serat, tepat bagi yang sedang diet.

Aplikasi labu madu non pestisida ini adalah dengan memakai pupuk kandang yang difermentasikan dengan agen antagonis yaitu trichoderma sp untuk mencegah penyakit layu disamping itu pemupukan yang dilakukan dua minggu sekali menggunakan phonska dan KCL untuk memperkuat dinding sela dengan perbadingan 50:50.

 

Bagikan Artikel :