BBPP KETINDAN MENGGELAR DIKLAT AGRIBISNIS RIMPANG BAGI PENYULUH DI PENAS XV

Pengembangan tanaman obat rimpang sebagai tanaman obat tradisional di Indonesia mempunyai prospek yang sangat cerah dari hari ke hari. Perlu strategi khusus untuk penanganan yang terarah dan dikelola secara profesional. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Ketindan, Mafruhah yang mewakili Kepala Balai Ketindan pada pembukaan Diklat Teknis Agribisnis Rimpang dengan jumlah peserta 30 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun dan Aceh Utara bekerjasama dengan UPTD BDP Aceh.

            Kegiatan diklat ini dalam upaya menyukseskan Penas ke XV yang diselenggarakan di Aceh, sebagai wujud mendukung Program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam usaha meningkatkan kompetensi penyuluh sekaligus memperkenalkan BBPP Ketindan sebagai UPT dibawaha Badan PPSDMP.

            Kunci utama penumbuhan usaha agribisnis adalah penguasaan target pasar yang jelas dan kemampuan daya saing. Disamping itu berbagai peluang dan tantangan yang besar adalah ketersediaan lahan, SDM yang mumpuni, kelembagaan petani, permodalan, penyediaan benih, teknologi budidaya, serangan OPT, perubahan iklim, pasokan produk dan daya saing produk.

            Pelatihan diharapkan mampu menjadipeluang kerja di Aceh dalam membidik usaha agribisnis tanaman obat. Sehingga perlu penerapan pola tanam agribisnis tanaman obat rimpang dari hulu ke hilir serta mengembangkan usaha dan pola bimbingan kepada petani tentang agribisnis tanaman obat rimpang. (yeni)

Bagikan Artikel :