Bupati Sumenep Buka Bimtek 13 Kelompok Santri Tani Milenial

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) merangkul generasi milenial bidang pertanian dengan beberapa kegiatan yang akan menggali, mendorong, memotivasi dan menghargai keberadaan generasi milenial. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan merupakan salah satu UPT dari BPPSDMP mempunyai tanggung jawab pembinaan di tahun 2019 yang memfokuskan diri untuk memotivasi dan membimbing generasi milenialial.

Salah satu sasaran yang potensial untuk ditumbuhkembangkan minatnya adalah santri yang berada dipondok pesantren. Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Februari, 2019) jumlah pesantren di Indonesia sebanyak 25.515 dengan jumlah santri sebanyak 3.598.950 orang. Potensi tersebut mendorong para santri untuk berkontribusi aktif di bidang pertanian dalam rangka mendukung program pembangunan pertanian. Melalui peningkatan kompetensi santri tani milenial diharapkan tergabung dalam Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) sebagai media organisasi pembelajaran dalam dunia pertanian.

Bertempat di Pondok Pesantren Mahasinul Akhlaq di Desa Ketawang Larangan Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, BBPP Ketindan melaunching “Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Bagi Santri Tani Milenial Sekaligus Penyerahan Bahan Praktek Mandiri  Berupa Ayam, Obat dan Pakan kepada 13 KSTM di Sumenep dengan masing-masing anggota per KSTM berjumlah 10 orang, total 130 orang peserta. Santri tani milenial yang telah ditunjuk adalah santri yang memiliki minat dibidang pertanian dan adaptif terhadap teknologi digital dan bersedia mengelola kegiatan dibidang pertanian secara bersama-sama.

Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Sumenep Dr. A. Busyro Karim, M.Si,  sekaligus memberikan bahan praktek mandiri secara simbolis kepada 13 KSTM. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian,Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Bambang Heriyanto beserta seluruh jajaran penyuluh pertanian, Kepala Bagian Umum dan Informasi Publik dan Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian.

Kepala BBPP Ketindan, Dr. drh. Kresno Suharto, MP dalam arahannya menyampaikan bahwa kebijakan program ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk meningkatkan kemajuan di bidang pertanian terutama di pondok pesantren. Sementara itu menurut Bupati Sumenep, "Ini adalah awal dari total 44 pondok pesantren yg akan dilatih menjadi KSTM. Saya berharap para santri fokus untuk meningkatkan keterampilan pemeliharaan ayam dan mampu menghadapi tantangan era digital".

Bagikan Artikel :