Dorong Petani Madura Maju, Kementan Berikan Bantuan

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mendorong pulau Madura menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur. Selama ini, pulau Madura terkenal dengan wilayahnya yang tandus, padahal sumber daya alam di Madura berpotensi untuk memajukan sektor pertanian. Ditambah dengan keberadaan penduduk Madura yang dikenal memiliki semangat kerja yang tinggi.

Untuk mendukung hal tersebut, Mentan berkoordinasi dengan jajaran di bawahnya untuk mendorong kemajuan pertanian di Madura. Salah satunya dengan pemberian bantuan berupa sarana dan prasarana, bibit/ benih serta pelatihan bagi petani. Dukungan tersebut dilakukan agar petani lebih bersemangat untuk menjadi petani yang mandiri dan professional.

Hari ini, Jumat (22/3), bantuan juga diberikan untuk Kabupaten Sumenep antara lain benih bawang merah untuk 30 Ha, benih cabai untuk 20 Ha luas lahan, benih jagung 6.900 Ha yang sudah terealisasi 4.700 Ha dan sisanya menunggu masa tanam serta benih padi 430 Ha.

Selain bantuan tersebut diberikan pula bantuan alat dan mesin pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. 2 unit UV Dryer, excavator, 15 unit pompa air, 23 unit power trasher dan 15 unit traktor roda 2 sudah didistribusikan dan dimanfaatkan oleh petani di Sumenep. Adapun 3 unit traktor roda 4, 50 unit handspryer, cultivator, bangsal pasca panen horti dan sarana pasca panen horti sudah dialokasikan untuk mendorong petani madura menjadi lebih maju.

Salah satu penerima manfaat bantuan di Kabupaten Sumenep adalah Kelompok Tani Cempaka Putih, Desa Campaka, Kec. Pasongsongan. Haji Muhammad Fadhil, ketua kelompok tani tersebut menghibahkan kebun rambutannya untuk digunakan sebagai lokasi UV Dryer yang merupakan bantuan pemerintah. "Saya melihat gabah tetangga saya itu belum kering tetapi mau dijual terhambat cuaca hujan, sehingga jadi bertunas dan tidak mempunyai nilai jual. Jadi saya ikhlas kebun rambutan saya ditebang, asal bermanfaat buat orang banyak," demikian pengakuannya.

Di lokasi berbeda, anggota kelompok tani lain pun melakukan hal yang sama. Selain bantuan yang telah dialokasikan di tahun 2019 ini, pemerintah Kabupaten Sumenep juga akan menerima bantuan 50 milyar untuk pengembangan bawang merah yang merupakan salah satu andalan pertanian di Sumenep. Selain bawang merah, ketersediaan lahan kering seluas lebih dari 117 ribu hektar ini juga dapat dimaksimalkan untuk pertanaman jagung.

Bagikan Artikel :