DUKUNG SDGs 2030 KEMENLU MENGGANDENG KEMENTAN LATIH 13 PESERTA DARI NEGARA-NEGARA AFRIKA

Kementerian Luar Negeri c.q Direktorat Kerjasama Teknik (KST), Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Non- Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan kegiatan International Training on Processing Technology of Agricultural and Animal Husbandry Product for African Countries: Sharing Best Practices to Achieve SDGs. Sebanyak 13 orang dari 12 negara Afrika diantaranya Afrika Selatan, Burundi, Burkina Faso, Ghana, Guinea Bissau, Kenya, Mozambik, Namibia, Nigeria, Tanzania, Sierra Leone dan Zimbabwe memenuhi kegiatan pelatihan tersebut.

Pelatihan yang akan berlangsung selama delapan hari ini, bertujuan untuk berbagi pengalaman terbaik dalam hal pengolahan tanaman pangan dan hasil ternak kepada para peserta dari negara-negara Afrika serta mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Diantaranya yaitu untuk mengakiri segala bentuk kemiskinan, kelaparan, mencapai ketahanan pangan serta mendukung pertanian berkelanjuta, hidup sehat dan sejahtera, mendapatkan pendidikan yang layak, dan lain-lain sesuai dengan SDGs.

Kerjasama ini akan berpeluang menghasilkan SDM berkualitas yang akan mentransfer ilmu bagi negaranya dan diharapkan akan memberi nilai tambah kepada penduduk miskin atau kurang mampu dengan pelatihan pegolahan hasil sederhana yang bisa diadopsi oleh masyarakat di Negara-Negara Afrika. Oleh karena itu Pusat Pelatihan Pertanian yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mempercayakan pelatihan pengolahan hasil tanaman pangan dan hasil ternak kepada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

BBPP Ketindan dipercaya oleh BPPSDMP untuk melatih para peserta dari 12 negara tersebut karena berpengalaman menghasilkan alumni yang handal dan berdayasaing serta telah bekerjasama dengan banyak Negara untuk melatih pengolahan hasil pertanian, baik itu tanaman pangan maupun tanaman obat (herbal). Kemenlu berharap melalui pelatihan ini, peserta bisa mengadopsi dan mengaplikasikan kepada masyarakat di wilayah mereka untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian keluarga. Tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi BBPP Ketindan untuk bisa melatih ke 13 peserta dari Negara Afrika tersebut.

Produk olahan hasil yang diajarkan menyesuaikan dengan kondisi tanaman yang ada di Negara-Negara Afrika seperti ubi jalar dan ubi kayu, pisang dan jagung. Komoditas tersebut akan diolah dengan berbagai macam olahan sehingga peserta bisa menumbuhkan kreatifitasnya setelah mengikuti pelatihan ini. Peserta juga akan diajak untuk kunjungan lapang ke tempat yang telah berpengalaman menghasilkan banyak produk berkualitas ekspor dan menghadirkan narasumber yang sukses berwirausaha maupun yang kompeten di bidang pengolahan hasil maupun keamanan pangannya.

 

Bagikan Artikel :