JANJI SETIA PEGAWAI

        Setiap penanggalan matahari jatuh pada tanggal 17, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan selalu melakukan upacara hari kesadaran nasional. Dalam kegiatan tersebut diingatkan beberapa hal yang mungkin bagi sebagian orang sudah dilupakan, seperti mendengarkan lagu Indonesia Raya, membacakan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Panca Prasetya Korpri serta melakukan perenungan seraya berdoa untuk para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Upacara tersebut juga sebagai pintu masuk menguji kesetiaan pegawai kepada institusi / negara.

        Berbicara janji setia, maka segenap pegawai pemerintah telah terikat oleh Panca Prasetya Korpri yang berbunyi sebagai berikut :

Kami anggota Korp Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berjanji:

  1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik  Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
  2. Menjunjung tinggi kehormatan Bangsa dan Negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia Negara.
  3. Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korp Pegawai Republik Indonesia.
  5. Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Isi janji yang begitu mulia bagi pegawai Republik Indonesia menjadi standar pelayanan yang harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas.Bila kita cermati isi dari Panca Prasetya Korpri maka yang melandasi sumpah dan janji adalah pemakluman bahwa Korpri adalah insan- insan yang percaya dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai tonggak dan sandaran hidup. Tidak ada tempat bagi anggota korpri yang tidak mengamalkan ajaran agamanya. Sebagai sandaran hidup tentu aturan, pokok-pokok ajaran, larangan dan perintah dalam agama yang dianutnya terlebih dulu menjadi nilai baku bagi anggota Korpri.

Di sisi lain, cinta tanah air yang menjadi buah pikiran pertama dari janji setia anggota Korpri juga merupakan pengejawantahan dari Hubbul waton minal iiman (cinta negara adalah bagian dari iman). Hal ini sesuai dengan konsensus pendiri dan perancang Republik Indonesia yang sepakat bahwa setiap penyelenggaraan negara dan masyarakat didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Termasuk menjaga martabat , kepentingan , kedaulatan dan kesejahteraan berbangsa dan bernegara . Tidak lupa pula bahwa anggota Korpri juga mengemban amanat dan janji untuk selalu meningkatkan profesionalisme. Ini mengindikasikan bahwa setiap anggota Korpri mempunyai tanggungjawab untuk membuat prestasi dan memelihara prestasi tersebut agar pola pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dapat mencerminkan keadilan dan kesejahteraan. Suatu janji yang tidak dapat dianggap enteng apalagi kalau dalam opini diterjemahkan hanya sebatas kata-kata. Bibir mengucap, tapi hati tidak mengiyakan apalagi mengikat sebagai tanggungjawab yang harus dipenuhi akan menjadikan janji-janji bak buih ombak di pantai yang indah . Sepertinya ada , tapi ternyata tiada. Pola dan opini yang demikian harus dikikis habis dari pemikiran dan pemahaman anggota Korpri.

Selamat berulang tahun para anggota Korpri pada tanggal 29 Nopember 2017 semoga janji setia dapat ditorehkan dengan tinta emas berupa prestasi untuk kesejahteraan Bangsa, Negara dan Masyarakat Indonesia demi kedaulatan Indonesia.

Bagikan Artikel :