MEMBUAT MINYAK CABAI SOLUSI PANEN RAYA

Mengapa berjudul Minyak Cabai bikin Hepi !!, karena produk hortikultura selama ini mengalami fluktuasi harga.  Di saat harga baik petani bisa untung, namun di kala hasil panen banyak harga petani menurun petani pun murung.  Untuk mengantisipasi hasil panen yang melimpah, petani cabai bisa melakukan pengolahan hasil dengan membuat minyak cabai.

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, kementrian pertanian telah mengembangkan progam “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Memberdayakan Kelompok Wanita dan Keluarga untuk Menproduksi Berbagai jenis Pangan di Pekarangan” seperti tanaman sayur, buah, sumber protein hewani, dan sumber karbohidrat. Sampai saat ini telah dikembangkan dilebih dari 18.000 kelompok/desa (kementrian pertanian : 2016).

Harga cabai selalu berfluktuasi dan mengikuti permintaan pasar. Sebagai contoh misalnya, pada saat hari raya harga cabai menjadi mahal, sementara pada saat panen raya, harga cabai menjadi semakin murah. Sebagai bahan pangan mudah rusak, cabai tidak tahan disimpan dalam bentuk segar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, cabai segar dapat di olah menjadi berbagai produk seperti cabai kering, cabai bubuk, minyak cabai, dan pasta cabai, sehingga mampu memberikan nilai tambah besar.

Produk olahan cabai terdiri dari 2 bentuk, pertama adalah produk olahan setengah jadi dan kedua produk olahan jadi. Produk olahan setengah jadi dibuat untuk mengantisipasi jika produksi melimpah, sehingga harga jualnya sangat rendah. Produk ini juga bisa dijual untuk keperluan industri rumah tangga seperti pada pembuatan kripik, industri mie instan, makanan kaleng, dan aneka makanan lainnya seperti cabai kering, cabai bubuk dan pasta cabai. Sedangkan produk olahan yang langsung jadi seperti saos cabai, abon cabai, dan minyak cabai.

Minyak cabai merupakan herbal populer dari minyak sayur yang telah diinfuskan. Minyak cabai paling sering digunakan dalam aplikasi kuliner, juga bisa digunakan untuk beragam kondisi medis, karena antioksidan dan efek anti inflamasinya. Bahan aktif Cabai rawit kaya akan Capsaicin yang bisa memiliki dampak mendalam pada tubuh. Selanjutnya, minyak ini memilki jejak kadar vitamin C dan vitamin A, serta beberapa antioksidan penting dan asam lemak yang bermanfaat.

Cara pembuatan :
1. Alat dan Bahan
Adapun alat yang di pergunakan untuk membuat minyak cabai adalah Wajan, Pisau, kain saring, double kettle, telanan, gunting, baskom, solasi, kertas, stopwatch, gelas ukur, corong, kapas, botol kaca, plastik, cintung, timbangan, tissue. Bahan yang digunakan untuk pembuatan minyak cabai memerlukan bahan-bahan sebagai berikut : 125 gr cabai besar/cabai rawit, 250 gr minyak goreng.

2. Langkah pembuatan
Langkah pembuatan yang harus di lakukan adalah Tuangkan minyak ke dalam panci double kettle bagian atas, sedangkan bagian bawah isi dengan air, tunggu hingga suhu minyak mencapai 70-90ºC.  Waktu yang digunakan 5 jam  Kemudian Masukkan cabai besar/cabai rawit ke dalam minyak yang sudah dihomogenkan sampai berwarna agak kecoklatan. Lalu matikan api. Dan tahap yang selanjutnya yakni tunggu dingin. Selanjutnya siapkan wadah, saringan beserta kain saring secukupnya untuk memisahkan antara residu dengan minyak cabai. Tunggu hingga residu tidak mengeluarkan minyak lagi. Dan tahap yang terakhir yakni pengemasan. Minyak cabai adalah salah satu alternatif untuk mengatasi panen cabai yang melimpah.

Pada proses pembuatan minyak cabai dari bahan 125 gr cabai besar/cabai rawit, 250 gr minyak goreng, menghasilkan 225 ml minyak cabai. Hal ini merupakan salah satu produk cabai yang bisa meningkatkan pendapatan petani, jika terjadi panen raya yang menyebabkan harga cabai rendah.

Daftar Pustaka
www.webmateri.com/2017/06/manfaat-minyak-cabai-yang-menakjubkan.
bkp.pertanian.co.id/13.08/20112017

Bagikan Artikel :