PELATIHAN VOKASI PERTANIAN ORGANIK UPAYA WUJUDKAN PERBAIKAN EKOSISTEM

        Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengembangkan sistem pertanian  yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, pertanian organik menjadi salah satu primadona yang berpeluang sangat besar. Dimana sejalan dengan salah satu agenda dalam Nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis eknomi domestic, dengan sub agenda peningkatan kedaulatan pangan yang salah satu sasarannya yaitu “1000 desa pertanian organic”.

Pengembangan 1000 desa pertanian organik membuka peluang yang baik bagi seluruh pihak untuk dapat memperbaiki lahan kritis dan menumbuhkan petani mandiri, mengingat bahwa seluruh bahan input dalam pertanian organik dipenuhi melalui kearifan local. Buidaya tanaman dalam pertanian organik menggunakan pendekatan ekosistem yang selaras dengan proses ekologi dan biologi, seperti hubungan dalam jaringan makanan, pemeliharaan kesburuan tanah, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara alami dan penganekaragaman makhluk hidup lain dalam ekosistem.

Prinsip dasar pertanian organik mencakup tiga hal yaitu prinsip lingkungan (biodiversitas), social (lapangan kerja dan kesehatan) serta ekonomi (daya saing dan pendapatan). Untuk itu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan pelatihan vokasi pertanian organik tanaman bagi pelaku usaha sebagai salah satu langkah memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat tingginya penggunaan bahan kimia serta memperbaiki ekosistem yang ada disekitar lingkungan kita. Pelatihan yang dilaksanakan mulai tanggal 8-12 Juli 2019 ini diikuti oleh petani dari 4 provinsi yaitu Jatim, Bali, NTT dan NTB sejumlah 30 orang, dan dibuka secara langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Dr.drh. Kresno Suharto, MP.

Bagikan Artikel :