Pengusaha Pertanian Bersertifikat

Bagaimana cara tercepat untuk meyakinkan seseorang bahwa kita mempunyai kompetensi di bidang tertentu? Pasti jawabannya adalah selembar ijazah atau sertifikat yang kita miliki. Cepat, jelas dan akurat. Namun apakah benar bahwa kemampuan kita sesuai dengan sertifikat atau ijazah yang telah tertera nama kita? Tentu saja hal tersebut membutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui uji atau kemampuan nyata di lapangan sesuai dengan bidang yang telah diampunya. Transparansi kemampuan kita, untuk saat ini membutuhkan pengakuan, pembuktian dan penghargaan sehingga tataran kebijakan yang akan diambil pemerintah akan mempertimbangkan kemampuan tersebut sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia ke depan. 

Dalam dunia pertanian yang mulai kehilangan batas negara di mana produk dari mana saja bisa masuk dengan bebas ke negara Indonesia, tentunya membutuhkan kearifan sendiri dari bangsa Indonesia agar produk dalam negeri berkibar dan diminati oleh anak-anak bangsa dan bangsa lainnya. Cinta tanah air menjadi pondasi utama, dilanjutkan dengan produk kompetitif dan SDM kreatif. Itulah salah satu tantangan dunia pertanian ke depan.

Menyikapi keberadaan pasar bebas yang mulai merambah dunia pertanian Indonesia, menambah beban atau tantangan agar SDM Indonesia berkompetisi secara adil. Untuk itu disusunlah program untuk mempercepat labeling tenaga kerja Indonesia dengan sertifikasi profesi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Program sertifikasi ini sebenarnya sudah berjalan,  tahun 2019 memasuki tahun ke 4, sehingga ketika ada informasi akan dilakukan kegiatan tersebut, sudah banyak pelaku pertanian yang antusias. Seperti halnya untuk program ini di BBPP Ketindan tahun anggaran 2019 terdapat 18 angkatan baik bagi aparatur sipil negara maupun petani (pengusaha tani). Masing-masing angkatan sertifikasi dialokasikan untuk 30 orang sehingga di tahun 2019 BBPP Ketindan akan membantu proses sertifikasi SDM sebanyak 540 orang. Rencana pelaksanaan kegiatan tersebut adalah bulan September sampai Oktober 2019.

Karena kesadaran yang tinggi akan pentingnya sertifikasi profesi SDM pertanian tersebut, maka jauh-jauh hari berbagai kalangan terutama dari institusi pemerintah telah mengirimkan data, baik untuk ASN atau petani yang siap disertifikasi di BBPP Ketindan. Profesi ASN yang banyak membutuhkan sertifikasi adalah penyuluh pertanian dan POPT sedangkan untuk petani di bidang pertanian organik, pengolahan hasil, perbenihan dan produsen pertanian (budidaya tanaman). Waktu pelaksanaan sertifikasi  selama 3 hari, di mana hari pertama lebih difokuskan kepada seleksi administrasi dan mengarsipkan barang bukti (barbuk) yang nanti akan ditunjukkan kepada asesor (penguji kompetensi). Hari kedua dan ketiga adalah uji kompetensi sesuai dengan bidang yang diambil oleh peserta.

Bagikan Artikel :