Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Penyuluh Melalui Pelatihan Alih Kelompok

Dengan diberlakukannya Undang-undang nomor 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan, maka  peran penyuluh pertanian menjadi strategis dalam memfasilitasi proses pemberdayaan pertanian. Oleh karena itu peningkatan kemampuan penyuluh pertanian menjadi sangat penting dan harus terus ditingkatkan. 

Salah satu strategi untuk meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian  adalah melalui penyelenggaraan Pelatihan alih kelompok bagi penyuluh pertanian yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan,  08/07/2019. Sebanyak 30 orang penyuluh dari 6 provinsi dilatih sebagai wujud kapasitas sumberdaya manusia pertanian yang profesional, berjiwa wirausaha, berdedikasi, berwawasan global, memiliki etos kerja, disiplin dan moral yang tinggi.

Dalam sambutan dan arahan Kepala BBPP Ketindan, Dr. drh. Kresno Suharto,  MP dalam pembukaan pelatihan alih kelompok bagi penyuluh pertanian,  "Kehadiran penyuluh pertanian dan peranan di tengah-tengah masyarakat pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sumberdaya manusia khususnya petani, sehingga mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara intensif demi tercapainya peningkatan produktifitas dan pendapatan atau tercapainya ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi".

Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator, motivator dan sebagai penggerak usaha pertanian merupakan titik sentral penyuluhan pertanian. Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung oleh: 1). tenaga penyuluh yang profesional, 2). kelembagaan penyuluh yang handal, 3). materi penyuluhan yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, 4). sistem penyelenggaraan penyuluhan yang benar dan 5). metode penyuluhan yang tepat serta 6). manajemen penyuluhan yang polivalen.

Bagikan Artikel :