Peran Arang Sekam dalam Perbaikan Struktur Tanah Di Budidaya Cabai Merah

Diklat teknis tematik komoditas cabai merah dilaksanakan pada tanggal 25 – 29 Oktober 2017 di Desa Sumber Arum Kecamatan Jaken Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Senada dengan diklat tematik lainnya, tahapan kegiatan diklat antara lain tahapan identifikasi permasalahan spesifik lapang/ daerah penerima manfaat, menyusun prioritas permasalahan sehingga terbentuk tema, merancang pemecahan masalah dalam beberapa aspek dan merencanakan aksi pengawalan dan pendampingan. Berdasarkan identifikasi permasalahan, tingkat serangan hama dan penyakit pada cabai merah masih menduduki singgasana permasalahan. Hama dan penyakit yang menyerang cabai merah antara lain, thrips, virus,  dan antraknose.

Alternatif pengendalian yang disarankan antara lain pemanfaatan agensia hayati, pestisida nabati, kultur teknis dan pestisida kimia berdasarkan kaidah 6 tepat. Pengendalian kultur teknis dianggap penting juga sebagai upaya pencegahan datangnya hama dan penyakit tumbuhan. Salah satu pengendalian kultur teknis yang dilakukan yaitu penambahan arang sekam mengandung pupuk kandang pada saat pengolahan lahan. Arang sekam digunakan sebagai alternatif karena kandungannya, fungsi sebagi media agensia hayati dan penahan air (padi tidak mudah tercuci). Arang sekam mengandung SiO2 (52%), C (31%), K (0.3%), N (0,18%), F (0,08%), dan kalsium (0,14%). Selain itu juga mengandung unsur lain seperti Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO dan Cu dalam jumlah yang kecil serta beberapa jenis bahan organik. Kandungan silikat yang tinggi dapat menguntungkan bagi tanaman karena menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit akibat adanya pengerasan jaringan. Sekam bakar juga digunakan untuk menambah kadar Kalium dalam tanah. (Anonim, 2011) pH arang sekam antara 8.5 - 9. pH yang tinggi ini dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah asam. PH tersebut memiliki keuntungan karena kurang disukai gulma dan bakteri.

Arang sekam memiliki kemampuan menyerap air yang rendah dan porositas yang baik. Sifat ini menguntungkan jika digunakan sebagai media tanam karena mendukung perbaikan struktur tanah karena aerasi dan drainase menjadi lebih baik.. Menurut Isro’i (2008) bahwa pada media tanam sekam kompos banyak membawa keuntungan  yaitu  mengandung  karbon (C) yang membuat media tanam menjadi gembur. Hal ini membantu merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khusnya batang, cabang, dan daun serta zat hijau daun untuk fotosintesis dan memiliki unsur fosfor, kalium, yang dibutuhkan tanaman dibandingkan dengan pupuk kandang. Kondisi media tanam yang baik sebagai akibat pengaruh dari kompos mendorong perakaran  tanaman  tumbuh  secara optimal dengan demikian akan meningkatkan  ketersedian  unsur nitrogen, fosfor, dan kalium.

Menurut Lingga (dalam Eka, 2011) bahwa adapun kelebihan dalam pupuk kompos antara lain: unsur hara yang terikat   dalam   senyawa   organik   yang sukar larut diubah menjadi senyawa organik   yang  larut  sehingga  berguna bagi   tanaman,   memperbaiki struktur tanah yang dipupuk sehingga memudahkan penyerapan air hujan, memperbaiki kemampuan tanah dalam mengikat  air  sehingga  tanah  menjadi tidak cepat kering, mengurangi tingkat erosi dan memberikan lingkungan yang baik bagi kecambah biji dan akar tanaman. Sehingga kompos arang sekam merupakan media tanam yang baik digunakan untuk pertumbuhan tanaman cabai.

Referensi:

Anggraini, D dan Widowati, H. Tanpa tahun. Perbandingan Produksi Cabai Merah (capsicumAnnum, l.) antara yang menggunakan media tanam Sekam Bakar Kompos Dengan Sekam Bakar Pupuk Kandang sebagai Sumber Belajar Biologi SMA. Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro

Dokumentasi kegiatan praktik lapang diklat teknis tematis cabai merah di desa sumberarum, Kec. Jaken, Kab. Pati, Prov. Jawa tengah

Bagikan Artikel :