PERCEPATAN PROSES ALIH TEKNOLOGI MELALUI BIMTEK ALSINTAN DI BALI

Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah fokus untuk meningkatan produktivitas dan kualitas komoditas padi jagung kedelai. Perlu akselerasi luas tambah tanam, proses tanam dan panen yang dipersingkat dan waktu pengolahan tanah diefisienkan serta biaya produksi diperingan.

Menghadapi hal tersebut maka pemanfaatan paket teknologi terhadap mekanisasi pertanian perlu segera dioptimalisasikan. Dalam rangka upaya khusus (Upsus) swasembada pangan pajale, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) di Provinsi Bali dan Jawa Timur (Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sidoarjo). Yang diawali di Provinsi Bali dari tanggal 28 sampai 30 Agustus 2018.

Bimtek dilaksanakan sebagai usaha untuk mempercepat transfer ilmu sebagai langkah percepatan proses alih teknologi, dan oleh karena itu diperlukan pendampingan oleh petugas terhadap petani. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat petani di Indonesia belum seluruhnya memahami bagaimana teknis menggunakan alat mesin pertanian termasuk cara merawat alat tersebut. Kementan telah menggelontorkan bantuan alsintan kepada petani di Indonesia, oleh karena itu optimalisasi alsintan sangat berperan penting dimana jumlah tenaga pertanian setiap tahun berkurang. Imbasnya kemampuan dan kompetensi petani atau tenaga pertanian harus ditingkatkan agar target program swasembada pangan lekas tercapai.

Kepala BBPP Ketindan, Kresno Suharto dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek Alsintan yang dibuka tanggal 28 Agustus 2018 dan diikuti 80 orang peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, Babinsa dari 9 kabupaten dan kota di Provinsi Bali ditambah penyuluh Dinas Provinsi Bali serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali, bertujuan agar kompetensi SDM petani dan petugas meningkat dalam mengoperasionalkan bantuan alsintan yang diberikan telah  oleh pemerintah, mampu memelihara dan merawat alsintan serta meningkatan manajerial dalam pengelolaan usaha pelayanan jasa alsintan.

Bagikan Artikel :