SAATNYA YANG MUDA MENUNJUKKAN KARYA DAN KOMPETENSINYA

Zaman melinial saat sekarang ini, banyak generasi muda lebih memilih untuk di bekerja di perkantoran ataupun terjun di dunia industri dan sebagainya. Menjadi pegawai kantor atau seorang vlogger dianggap memiliki daya tarik yang lebih tinggi dalam menjalani kehidupan sehari hari, sementara dunia pertanian tidak dilirik karena anggapan tidak “gaul” dan terkesan ketinggalan zaman.  Padahal jika di lihat pendapatan di dunia pertanian jauh lebih besar daripada pekerja kantoran jika di kelola dengan baik, sebab hasil dari pertanian adalah kebutuhan primer manusia dan selalu dibutuhkan setiap saat. Kesuksesan yang diraih bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan bagi masyarakat sekiitarnya bahkan ke luar daerah. 

Muhammad Tanfidzul Khoiri yang biasa dipanggil Khoiri adalah sosok petani muda sukses dan tidak bisa dianggap sebelah mata. Khoiri merupakan seorang tokoh pemuda tani yang berjuang memajukan dunia peternakan.  Tinggal di Madiun Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Madiun. Pria 26 tahun sangat hobi membaca ini dulunya bersekolah di MI AL Irsyad Madiun, lalu melanjutkan studinya di SMPN1 Kota Madiun dan mengambil jurusan kimia industri pada saat SMK, akan tetapi pada saat kuliah ia banting setir mengambil jurusan ekonomi di STIE Dharma Iswara Madiun. Pada saat kuliah bisa dia di bilang aktivis kampus dikarenakan banyaknya organisasi yang ia ikuti seperti; pengurus daerah pelajar Islam Indonesia kota Madiun pada tahun 2012-2013 sebagai bendahara umum, pengurus daerah pelajar Islam Indonesia kota Madiun pada tahun 2013-2014 sebagai ketua umum, BEM STIE Dharma Iswara Madiun (DIM) tahun 2013-2014 sebagai entri stabilisasi, unit kegiatan mahasiswa kewirausahaan STIE DIM 2013-2014 sebagai ketua Steering Committee, unit kegiatan mahasiswa futsal STIE DIM tahun 2013-2014 sebagai ketua umum, pengurus wilayah pelajar Islam Indonesia Jawa Timur tahun 2013-2014 sebagai staff kebendaharaan, menjadi ketua BEM STIE DIM pada tahun 2015-2016 dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) tahun 2012-sekarang sebagai manajer bidang pelatihan dan permagangan. 

 

Bukan hanya aktif dalam organisasi, Khoiri juga aktif dalam pelatihan terkait sektor pertanian misalnya saja pada tahun 2015 ia Mengikuti Rural Development Course (JICA) di Jepang dan pada tahun 2016-2017 ia mengikuti magang peternakan sapi Wagyu di Nara, Osaka dan masih banyak pelatihan lain sebelumnya. Berbekal ilmu yang didapatkan selama mengikuti pelatihan Khoiri juga pernah melatih petani di daerahnya seperti melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik pada tahun 2013 di PKK Perum Griya Kencana Kota Madiun, 

pelatihan kewirausahaan pada tahun 2014 di POLTEK Negeri Madiun tahun 2014, praktek pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian bagi siswa pecinta alam SMKN 3 Kota Madiun tahun 2015 di P42 LKP2U dan Coaching Bussines Plan bagi mahasiswa wirausaha tahun 2015 di STIE DIM.

Kini Khoiri menjadi Direktur di Lembaga Kajian dan Pengembangan Potensi Umat (LKP2U) di Kota Madiun. Adapun Latar belakang didirikan LKP2U adalah mengoptimalkan diri kepada masyarakat sebagai cerminan ibadah kepada Allah, merakit potensi umat yang masih berceceran untuk kesejahteraan masyarakat, dan mengajak untuk hidup dinamis menuju yang lebih baik. LKP2U berdiri sejak tahu 1993 dengan konsentrasi kegiatan pendampingan pengusaha kecil dan menengah. Mulai tahun 1998 LKP2U mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan bidang pertanian, utamanya pertanian ramah lingkungan berbasis organik dan sejak 2000 LKP2U juga mengembangkan kegiatan peternakan domba/kambing. Khoiri menjelaskan bahwa dalam memulai suatu usaha sebaiknya memperhatikan Potensi, Peluang, Tantangan dan Solusi.

Generasi milenial adalah tongkat estafet generasi bangsa selanjutnya semoga dengan kita membaca profil ini maka akan lahir Khoiri-Khoiri selanjutnya dari generasi milenial yang mampu memberikan pelayanan yang baik bagi para petani dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi petani dari sebelumnya. Petani muda dapat mengangkat petani lokal di daerah mereka untuk menjadi rekan bisnis dan berhasil memberikan penghasilan lebih bagi para petani tersebut. (Asep/AWS/Yeni)

Bagikan Artikel :