SDM PERTANIAN SEBAGAI PELAKU SWASEMBADA BERKELANJUTAN TERLAHIR MELALUI DIKLAT TEMATIK

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketidan  melalui SK Kepala Balai No. 03/Kpts /SM.110/I.14.3/10/2017 mengalokasikan kegiatan sebanyak  82  angkatan tersebar di 6 Propinsi wilayah kerja BBPP Ketindan yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTB NTT, sebagai tindak lanjut program Kementerian Pertanian untuk swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan melalui pengawalan dan pendampingan bantuan benih 9 komoditas unggulan Hortikultura terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, jeruk dan mangga; Perkebunan terdiri dari kopi, kakao dan kelapa, Tanaman Pangan yaitu kedelai.

Sebagaimana kegiatan dimasing-masing angkatan yang tersebar di wilayah kerja BBPP Ketindan, salah satunya yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Jogyakarta tepatnya di BPP Pakem sebagai tempat pendadaran / pengemblengan punggawa sumberdaya manusia pertanian sebagai pengawal / pendampingan dengan  proses yang dirancang melalui langkah – langkah nyata.  Rangkaian kegiatan pembelajaran secara nyata diawali pada pertemuan pertama dengan bagaimana calon punggawa ini memahami kebijaksanaan Kementerian Pertanian khususnya komoditas hortikultura (tanaman cabai) di Kabupaten Sleman sehingga mereka benar-benar paham akan arah kebijakan percabaian secara nasional dan bisa dikembangkan diwilayah kabupaten yang berorientasi pada spesifik lokasi.

 Tidak berhenti disitu sebagai modal agar menjadi sumberdaya manusia  pertanian yang tangguh, ditambahkan pemahaman mengenai apa itu masalah, bagaimana mengidentifikasi, bagaimana memecahkan masalah sampai  pada tataran  mereka bisa menjawab apa masalah itu. Untuk lebih mengalami sendiri didekatkanlah pada disi realitas yang ada yakni di kelompok Harapan Makmur Dusun Cepet, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem sebanyak 9 orang, kemudian di kelompok Ngudi Marem  Dusun Samberembe  keluruhan Candibinangun, Kecamatan Pakem,  sebanyak 9 orang, dan beberapa kelompok lain yang tersebar di Desa Pakem, Kecamatan Pakem, di  Harjobinangun, proses ini dilakukan dengan melibatkan wilayah/ lokasi yang sangat spesifik dengan begitu disinilah bagaimana peserta benar-benar bisa mengalami, mengemukakan, mengolah sampai tataran dapat menyimpulkan masalah dan akar permasalahannya.

Dari proses itulah perlu adanya penambahan pengetahuan, sikap maupun keterampilan baik teknis dan non teknis yang pada gilirannya sumberdaya manusia yang kita siapkan benar-benar memahami  secara menyeluruh. Sebagai komitmen serta  kesiapan para punggawa pengawal/pendampingan swasembada berkelanjutan mereka menyusun kegiatan sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan meraka. Komitmen yang mereka lakukan mulai dari mana mereka berasal, kegiatan apa yang akan dilakukan, kapan waktunya, dimana lokasinya, siapa penanggujawabnya sampai pada apa topik setiap pertemuannya, sehingga menjadi jadwal kegiatan meraka secara harian, mingguan maupun bulanan. Dengan proses yang sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan  Kabupaten Sleman benar-benar siap mewujudkan sumberdaya manusia sebagai punggawa pengawal swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan.

Bagikan Artikel :