Sekilas Tentang Pegagan sebagai Tanaman Obat

Pegagan merupakan tanaman yang selama ini dianggap tidak mempunyai arti, karena bagi masyarakat  tani  tanaman  ini sebagai gulma dan bahan pakan ternak, termasuk sapi dan kambing. Banyak orang mengira bahwa tanaman ini merupakan tanaman yang harus dibersihkan dari lahan mereka karena persepsi mereka tentang pagagan tidak ada sehingga kecenderungan  masyarakat menganggap tidak berguna.

Lain halnya dengan masyarakat Jawa Barat pada umumnya, tanaman ini merupakan  jenis tanaman yang sering dikonsumsi, seperti halnya kalau kita sendang makan di warung makan khas sunda pasti akan menemukan jenis pegagan ini dalam menu hidangan berupa lalapan.

Pegagan satu marga dengan Centella merupakan tanaman herba yang menjalar dengan panjang sekitar 10 meter dengan beruas - ruas, masing – masing ruas akan tumbuh tunas baru sebagai pengembangan biakan anakan. Jenis tanaman ini di masing – masing daerah mempunyai karakteristik dan nama sesuai dengan daerah masing – masing dari sabang sampai merauke.

Antanan bener disebut demikian  oleh orang sunda. Belum lagi ketimur sedikit daerah jawa tengah akan menemui tananan ini dengan sebutan Kerok Batok. Bagi orang Melayu jenis tanaman ini dinamakan Kaki Kuda, tapi kalau di Minangkabau disebut dengan Pegago.

Dan masih banyak lagi sebutan masing – masing daerah sehingga orang kadang susah untuk mengenal di daerah satu dengan yang lainnya, sehingga perlu pengenalan lebih intensif serta sosialisasi tanaman ini agar masyarakat benar – benar mengenali, memahami, menyukai dan mulai mengkonsumsi baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk serbuk yang dijadikan teh atau yang lainnya.

Dengan mulai mengenali dari ciri – ciri berupa bentuk daun, bentuk batang, bentuk bunga dan bentuk buah akan mempermudah menemukan jenis tanaman ini saat kita berada di daerah manapun sehingga saat membutuhkan akan mudah untuk mendapatkannya.

Disamping sebagai campuran menu makanan dalam bentuk segar kaki kuda ini dapat menambah nafsu makan, sehingga banyak masyarakat sering mengkonsumsi dalam bentuk segar. Sebenarnya banyak praktisi dan pakar menyampaikan bahwa pegagan ini sangat baik untuk anak – anak usia dini, yakni usia dibawah 5 tahun.  Di sebutkan bahwa daun pegagan ini bila dikonsumsi mampu meningkatkan kecerdasan otak pada anak – anak.

Sebenarnya daun pegagan ini tidak hanya terbatas hanya untuk  anak – anak namun bisa untuk segala umur, lebih – lebih untuk orang dewasa berguna untuk mengurangi stroke,  karena daun pengagan ini akan berfungsi memperlancar peredaran darah ke otak. Banyak sekali sebenarnya pangalaman – pengalaman  yang sudah secara nyata diperoleh tapi dalam prakteknya masih sedikit orang mau mencoba dan memanfaatkan pegagan secara rutin, dengan beberapa alasan misalnya tidak nyata secara langsung, kurang telaten, terlalu lama, tidak instan dan masih banyak lagi alasan – alasan masyarakat mengapa belum memulai dengan mengkonsumsi daun pegangan.

Lewat  tulisan ini kami mencoba menginformasikan kepada masyarakat yang belum pernah kenal, belum pernah mencoba agar mau memulai sehingga menjadi kebiasaan   mengkonsumsi daun pegagan, yang pada gilirannya menjadi membudaya dalam masyarakat kita dalam mengkonsumsi daun pegangan. Semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel :