SENI CAMPURSARI KOLABORASI DENGAN PERTANIAN di P4S GANGSAR MAKMUR PUNCU KEDIRI

Tahun 2003 Kelompok Tani Gangsar Makmur menerima bantuan sapi senilai 250 juta. Sapi bantuan tersebut lalu dipelihara bersama dan disepakati untuk dikandangkan pada lokasi yang sama. Tanah tempat kandang didirikan, disewa per tahun dari lahan milik desa sedangkan pemeliharaannya dilakukan dengan cara gaduh. Setiap orang anggota mendapat beberapa ekor sapi sebagai tanggungjawab untuk pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan tersebut mulai membersihkan kandang, memberi makanan dan simpanan pakan ternak, menyiapkan air minum dan keamanan kandang. Untuk itu disiapkan rumah singgah sederhana di komplek kandang sapi kelompok. Dan kini 41 ekor sapi telah dipunyai oleh Gangsar Makmur.

        Pertemuan teknis lebih banyak dilakukan di kandang komunal milik kelompok tani Gangsar Makmur, termasuk pembinaan tentang penyakit sapi yang mungkin bisa menjangkiti ternak kelompok. Bersyukur di antara naggota kelompok ada seorang dokter hewan yang secara ikhlas mau berbagi ilmu dengan anggota kelompok. Kebersamaan yang bagus ditunjang dengan kerjasama dalam kesetaraan, telah menguatkan ikatan persaudaraan di antara mereka sehingga ada beberapa anggota masyarakat yang belajar ke kelompok tersebut. Beberapa tahun yang lalu mereka membentuk Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat peternak. Dipandegani oleh seorang guru yaitu Sarana,S.Pd, keberlanjutan kelompok sebagai P4S mulai bergeliat kembali. Untuk kebutuhan harian beberapa komoditas lain seperti cabe rawit menjadi tumpuan memenuhi kebutuhan  kehidupan. Komoditas cabe rawai adalah potensi dan telah dikembangkan cukup baik di Kediri dan komoditas ini menjadi penopang hidup masyarakat banyak.

        Selain itu ikatan kekerabatan anggota kelompok tani dan P4S Gangsar Makmur dikuatkan dengan mencintai dan melestarikan seni campur sari. Tempat bertemu untuk mengasah kemampuan melestarikan campur sari adalah juga tempat pertemuan rutin anggota P4S Gangsar Makmur. Dapat dibayangkan bila berkesenian dibarengi dengan belajar pertanian pasti seru. Itulah ciri khas P4S Gangsar Makmur.

Komoditas yang menjadi awal mula kelompok terbentuk sehingga tumbuh P4S, ternyata dalam berbisnis tidak berkaca hanya pada momen tertentu saja. Seperti sapi (penggemukan) tidak harus dijual ketika lebaran haji tiba (Idul Adha). Mereka akan melepas sapi- sapi ketika harga sapi bagus dan jika dihitung telah menguntungkan baik bagi P4S atau penggaduh/ pemelihara. Analisa usaha yang menjadi landasan perhitungan rugi laba kiranya telah melekat sebagai pengetahuan wajib, hampir di seluruh anggota kelompok/ P4S. Dengan pengetahuan tersebut dapat dikatakan bahwa sapi-sapi yang dipelihara dimanfaatkan sebagai cadangan penghasilan saja sedangkan kebutuhan harian dipenuhi dari panen cabe rawit, selain juga mereka punya mata pencaharian lainnya.

        Progres P4S Gangsar Makmur juga tengah dirancang ekowisata/ agrowisata (bagi tingkat pemula). Beberapa gazebo telah didirikan dan pertamanan telah disiapkan namun belum dibuka untuk umum. Angan-angan kedepan cukup panjang jangkauan yang ingin diraih. Rupanya generasi ke depan ingin dipikat dengan kemasan lebih menarik sehingga generasi milenial tidak segan menjadi peternak/petani sebagai ladang pekerjaan.        

Bagikan Artikel :