Smart Packaging Terobosan Teknologi Nano Di Bidang Pengemasan Produk Pertanian

Nanoteknologi atau nanosains adalah ilmu pengetahuan dan teknologi pada skala nanometer, atau sepermilyar meter. Nanoteknologi merupakan  suatau teknologi yang dihasilkan dari pemanfaatan sifat-sifat molekul atau struktur atom apabila berukuran  nanometer. Jadi apabila molekul atau struktur dapat dibuat dalam ukuran nanometer maka akan dihasilkan sifat-sifat baru yang luar biasa. Sifat-sifat baru inilah yang dimanfaatkan untuk keperluan teknologi, sehingga teknologi ini disebut nanoteknologi. Nanoteknologi adalah teknik manipulasi atau rekayasa ukuran untuk berbagai manfaat dan aplikasi. Pemanfaatan nanoteknologi bidang pangan, antara lain mampu menghasilkan produk-produk pangan dengan zat gizi tambahan tanpa mengganggu/ merubah rasa. Selain itu penyerapan zat gizi oleh tubuh juga akan lebih ditingkatkan dengan mengembangkan produk nanoteknologi. Zat gizi yang terkandung dalam pangan akan lebih efektif dan efisien diserap sesuai kebutuhan tubuh.

   

 

Penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kualitas produk pertanian, penggunaan efisiensi waktu dan sumberdaya yang ada. Dengan demikian akan membantu mengurangi input biaya pertanian, mengurangi biaya produksi dan yang terpenting dapat meningkatkan pendapatan para petani, sehingga dapat tercapai kesejahteraan para petani. Penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian itu sendiri, antara lain pada modifikasi benih, pupuk, pestisida, dan teknik pengemasan produk pasca panen.

Berbagai teknologi pengemasan telah banyak dihasilkan dalam perkembangan produksi pertanian. Produk hasil pertanian diolah dan dikemas sedemikian rupa dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ketangan konsumen, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya nanoteknologi berperan sangat penting dalam proses pengemasan hasil pertanian. Nanoteknologi menciptakan  proses pengemasan untuk mempertahankan kualitas produk hingga sampai ketangan konsumen. Penerapan teknologi nano dalm proses pengemasan, antara lain :
•    Penggunaan nanopartikel silikat dalam plastik film yang digunakan untuk pengemasan produk pertanian. Partikel nano ini dapat berfungsi sebagai penghalang yang dapat memecah perpindahan gas dan uap air dari dan kedalam kemasan produk. Mekanisme seperti ini tentu saja dapat mencegah terjadinya kerusakan pada produk;
•    Penambahan nanopartikel zink oksida pada plastik yang dipergunakan untuk pengemasan produk hasil pertanian. Partikel zink oksida dapat menghalangi sinar ultraviolet sehingga dapat menjaga produk tetap segar ditengah sinar matahari. Disamping itu, partikel nano ini juga bersifat antibakteri serta dapat meningkatkan kekuatan dan stabilitas plastik kemasan yang digunakan;
•    Pemberian nanopartikel silver dalam plastik saat produksi kaleng untuk menyimpan makan. Nanopartikel silver dapat membunuh bakteri yang hidup dalam makanan yang disimpan dalam kaleng.

Pengembangan nanoteknologi untuk kemasan atau wadah pangan,  antara lain berupa cup yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kemasan mi instan pengganti sterofoam. Bahan baku yang digunakan adalah ampas jagung dan ampas tapioka. Selain itu juga telah dihasilkan pembungkus pangan dengan bahan baku ampas buah-buhan. Produk semacam plastik ini diharapkan dapat digunakan untuk mengemas buah-buahan segar atau makanan olahan, seperti dodol, sehingga lebih awet atau lebih lama masa kadaluwarsanya. Jadi, isi dan kemasannya bisa langsung dimakan. Nanoteknologi bidang pangan yang dikembangkan difokuskan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat dan nilai jual tinggi. Pokoknya benar-benar zero waste, tidak ada yang dibuang, karena semua sifatnya alami, maka itu dijamin tidak akan berbahaya bagi lingkungan,  penerapan nanoteknologi kita bisa meningkatkan kandungan gizi dan vitamin dalam bahan pangan itu.

Keamanan  merupakan suatu hal yang penting dan sangat dipertimbangkam oleh konsumen saat membeli suatu produk. Faktor keamanan memang sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Suatu produk makanan yang sudah kadaluarsa dapat dipastikan akan mengancam kesehatan apabila dikonsumsi. Demikian juga dengan produk hasil pertanian segar yang terlalu banyak mengandung pestisida dapat mengancam kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Pemberian label pada kemasan mengenai keterangan waktu konsumsi produk (masa kadaluarsa) dan pemberian label bebas pestisida pada produk pertanian segar, belumlah dapat menjamin bagaimana isinya. Bisa saja produk yang baru diproduksi mengalami kerusakan pada kemasan sehingga ada zat-zat dan gas tertentu masuk kedalam produk yang membuat produk menjadi tidak sehat untuk dikonsumsi.

Nanoteknologi mengembangkan cara untuk menjamin keamanan suatu produk. Penerapan “nanosensor” pada plastik yang digunakan untuk pengemasan, memungkinkan untuk mendeteksi gas yang keluar dari makanan dan produk sudah rusak ataupun produk pertanian segar banyak mengandung pestisida. Gas tersebut akan memicu nano sensor sehingga  memberi respon berupa perubahan warna pada kemasan. Dengan perubahan warna kemasan tersebut maka konsumen akan tahu bahwa produk yang ada dalam kemasan tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

   

Dampak nanoteknologi pada industri pangan sudah semakin jelas terlihat. Secara umum penerapan nanoteknologi di industri pangan dapat ditemui pada berbagai sektor, diantaranya pada pengolahan produk, pemantauan kualitas, dan pengemasan. Beberapa industri pangan besar dunia sudah mulai melakukan pengembangan untuk lebih menggali potensi penggunaan nanoteknologi pada pangan dan pengemasannya. Beberapa organisasi besar duniapun mengadakan pertemuan-pertemuan untuk membahas topik ini, dan liputan oleh media mengenai masalah ini juga sudah banyak dipublikasikan.

Arah teknologi kemasan pangan ala nanoteknologi kedepan adalah pengembangan kemasan yang dapat mengoptimalkan masa kadaluarsa produk. Sistem kemasan pintar atau “smart packaging” merupakan hasil pengolahan yang akan menjadi andalan kemasan masa depan. Sistem kemasan ini dapat memperbaiki sendiri kerusakan pada kemasan, mampu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan (kelembaban dan suhu), dan mampu memberi tanda atau peringatan pada konsumen jika produk telah terkontaminasi. Sifat kemasan juga dapat dimodifikasi sehingga lebih tahan panas, tahan bahan kimia serta tahan mikroorganisme.

Nanoteknologi memenuhi kebutuhan konsumen modern dengan menjaga kesegaran pangan, melindungi produk dari bakteri dan sinar UV, serta menjamin keamanan suatu produk. Dapat dipastikan produk berteknologi nano akan menguasai pasar dunia bebrapa tahun yang akan datang. Revolusi industri baru akan segera tiba dengan berhiaskan teknologi.

Bagikan Artikel :