Strategi Percepatan Swasembada Melalui Kegiatan Diklat

Kementerian Pertanian di bawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman saat ini tengah memberikan perhatian serius terhadap tujuh komoditas utama yakni padi, jagung, kedelai, cabai merah, bawang merah, daging, dan tebu. Perhatian itu salah satunya diwujudkan dalam bentuk peningkatan kompetensi para pelaku utama (petani) dan para penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Kegiatan diklat tidak hanya berperan dalam meningkatkan pengetahuan, melainkan juga terhadap peningkatan keterampilan dan sikap para peserta.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian, Djajadi Gunawan pada sambutan pembukaan 4 (empat) diklat di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan  menyampaikan agar para peserta tidak terpaku pada diklat satu  komoditas saja, melainkan dapat memanfaatkan peluang dan waktu yang ada untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tidak hanya mengenai budidaya, tetapi juga dapat belajar mengenai bidang lainnya seperti teknik pengendalian organisme penganggu tumbuhan (OPT), bioteknologi, maupun teknologi pengolahan hasil. Dengan demikian semakin banyak referensi atau informasi yang dapat dibawa dan dibagikan di wilayah masing-masing setelah selesai mengikuti kegiatan diklat.

Keempat diklat dibuka serentak dalam upaya mendukung program Kementerian Pertanian, diantaranya yaitu Diklat Budidaya Jagung yang memprioritaskan wilayah perbatasan yaitu Malaka dan Belu sebagai daerah asal peserta sehingga diharapkan dapat menjadi sumber pangan bagi negara tetangga kita yaitu Timor Leste, sedangkan  Diklat Budidaya Kedelai juga masih melibatkan para peserta dari Provinsi NTT yaitu Lembata, Kupang, dan Rote Ndao.  Dengan adanya diklat ini semoga dapat terjadi transfer informasi dan teknologi, sehingga pembangunan di wilayah NTT semakin berkembang dan dapat bersaing dengan daerah-daerah lainnya. Berbeda halnya dengan Diklat Perluasan Tanaman Kakao yang pesertanya berasal dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah,  hal ini dikarenakan wilayah ini berpotensi untuk dikembangkan baik dalam hal luas areal maupun hasil produksinya. Terlebih lagi di kabupaten ini telah resmi dibangun Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Kakao Terpadu oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian.  Ketiga diklat di atas diprioritaskan bagi para pelaku utama (petani) sedangkan Diklat pengolahan hasil mangga, pisang, dan ubi jalar bagi penyuluh pertanian terlaksana sebagai bentuk kerjasama BBPP Ketindan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo.

Dengan adanya diklat ini diharapkan para peserta mampu bersaing dan menjawab tantangan di era globalisasi, serta mampu menjadi SDM yang tangguh dan profesional. Selain itu, dengan adanya diklat ini diharapkan swasembada dapat segera terwujud sehingga bangsa kita mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

 

Bagikan Artikel :