SUKAPURA SIMPAN SEJUTA POTENSI PERTANIAN DAN SDM MILENIAL

Kecamatan Sukapura di Kabupaten Probolinggo, adalah salah satu sentra komoditas hortikultura. Tercatat ada 12 Gapoktan yang rata-rata bertanam kentang, bawang putih, kol, tomat, cabe merah,  dan kopi. Penduduk Sukapura 80% bermata pencaharian sebagai petani. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Sukapura didominasi oleh generasi muda yang terjun secara langsung kedunia pertanian membantu orang tuanya. Para milenial yang berusaha tani di komoditas hortikultura tersebut dengan cermat membidik peluang dengan wirausaha yang ditekuninya. Selain bertani, usaha sampingan mereka adalah atau sebagai driver jeep, pemilik kuda yang dipakai di sekitar Gunung Bromo, serta beberapa telah memiliki homestay sebagai tempat menginap. Ini adalah tren yang sangat bagus. Wisata sambil mengedukasi .

 

Rahman sebagai Kepala BPP Sukapura didampingi beberapa penyuluhnya menyatakan bahwa Sukapura ini kedepan akan membudidayakan tanaman kopi sebagai komoditas utama yang akan diekspor selain kentang. “Dari 12 desa, masing-masing desa harus bisa menghasilkan kopi sekalipun ada di dataran rendah. Jadi dibagian atas diatas 800 dpl, yang sanggup bertahan adalah tanaman kopi jenis Arabica, sedangkan dibawah 800 dpl ditanam kopi varietas Robusta. Kentang dan kol masih merajai sekitar 50% yang dibudidayakan oleh petani. Namun tak menutup kemungkinan akan segera disusul juga oleh bawang putih dan bawang prei”, seperti yang disampaikan oleh Rahman disela-sela dalam wawancara, kegiatan on the job training, peserta pelatihan metolodologi penyuluhan berbasis data dan IT dengan metode blended learning.

 

Yang tak kalah pentingnya, para milenial yang bergerak di bidang pertanian ini gigih menanam bawang putih yang dalam dua tahun terakhir ini naik sampai  150 ha untuk tanaman bawang putih. Mereka berkeinginan bisa menjadi petani sukses. Salah satu wujud kesuksesan tersebut adalah dengan rutin diadakan pertemuan antara PPL dan petani. Setidaknya dalam sebulan sekali. Rahman juga menambahkan, jika di Kecamatan Sukapura ini toleransinya antar manusianya sangat tinggi. Dengan perbedaan agama, tetapi saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Adanya on the job training (OJT) ini diharapkan mampu membawa perubahan ke arah kemajuan teknologi yang signifikan yang bisa dimanfaatkan oleh petani ditengah naiknya penggunaan teknologi berbasis digital maupun mekanisasi yang mempermudah petani sehingga efisien dan efektif dalam berusaha tani. 

Bagikan Artikel :