TEKNIK SAMBUNG PUCUK DAN SAMBUNG SAMPING PADA TANAMAN KAKAO

Sering kita jumpai pada tanaman kakao petani memiliki produktivitas rendah. Selain disebabkan oleh gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hal tersebut dapat disebabkan karena penggunaan bibit asalan yang tidak jelas asal-usulnya, sehingga bila dibiarkan secara terus menerus, maka jelas akan merugikan petani. Guna meningkatkan hasil produksi kakao, maka petani dapat melakukan strategi melalui perbanyakan tanaman kakao baik secara generatif maupun vegetatif. Secara generatif, dapat dilakukan dengan cara menyemaikan biji kakao pada polibag yang dinilai lebih praktis oleh petani karena benih dapat disimpan dalam waktu yang lama, tanaman berdiri kokoh karena memiliki akar tunjang dan pengiriman benih lebih mudah. Kelemahan dengan teknik ini, sifat tanaman belum tentu seragam dan bisa saja berbeda dengan induknya.

Pada tulisan kali ini, kita akan belajar tentang teknik perbanyakan vegetatif yaitu sambung pucuk dan sambung samping. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi kakao dengan memanfaatkan tanaman yang sudah ada.

  1. Teknik Sambung Pucuk

Teknik sambung pucuk dilakukan dengan cara menggabungkan batang atas dan batang bawah. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh, sedangkan batang atas merupakan bagian yang memiliki karakter produksi yang diinginkan. Batang bawah ini biasanya menggunakan tanaman yang berasal dari biji sehingga memiliki perakaran yang kuat. Perpaduan dari bagian tanaman yang disatukan tersebut diharapkan akan menghasilkan  tanaman jenis baru dengan sifat genetis yang memiliki keunggulan, yaitu kokoh, perakaran kuat, cepat berbuah, produktif, tahan penyakit dan mutu buah baik sesuai dengan sifat genetis induknya .

Teknik sambung pucuk dilakukan dengan membuat celah pada batang bawah dan dimasukkan batang atas (entres) yang memiliki paling tidak 3 mata tunas. Entres ini diambil dari cabang/ranting yang berasal dari tanaman lain yang memiliki keunggulan genetis. Batang bawah yang siap disambung biasanya berukuran 0,6 cm atau lebih.

Cara melakukan teknik sambung pucuk yaitu:

  1. Siapkan alat dan bahan berupa batang bawah, batang atas, plastik es, tali rafia, gunting pangkas  dan pisau okulasi yang tajam;
  2. Pilih batang bawah yang diameternya sama dengan batang atas (entres);
  3. Potong batang bawah setinggi ±20-30 cm dari permukaan tanah;
  4. Belah batang bawah sepanjang 2-2,5 cm sehingga terbentuk celah;
  5. Entres yang sudah disiapkan di potong daunnya dan disayat pada kedua sisinya menjadi lancip (seperti mata kampak) dan dapat dimasukkan pada celah batang bawah;
  6. Batang atas dimasukkan pada celah batang bawah
  7. Tutuplah dengan menggunakan sungkup kantong es dan ikat menggunakan tali rafia untuk menjaga kelembaban dan mengurangi penguapan di sekitar sambungan;
  8. Letakkan tanaman pada tempat yang teduh dan diberi naungan agar terhindar dari panas matahari langsung;
  9. Bibit dipelihara sampai siap tanam di kebun selama 3 – 6 bulan

Gb: Teknik Sambung Pucuk

Teknik sambung ini bila dilakukan dengan benar, maka tingkat keberhasilan dapat mencapai 90%. Selain itu, teknik sambung tersebut dapat diaplikasikan pada tanaman keras lainnya seperti mangga, durian, alpukat, jambu dan lain-lain.

 

  1. Teknik Sambung Samping

Teknik perbanyakan yang kedua adalah sambung samping yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kakao tanpa harus melakukan penanaman kembali (replanting), sehingga tanaman yang sebelumnya berproduksi rendah tidak perlu dibongkar dan diremajakan karena membutuhkan waktu yang lama. Sambung samping dilakukan dengan cara menyambungkan batang atas (entres) yang diperoleh dari tanaman induk unggul ke batang tanaman kakao yang memiliki produktivitas rendah. Batang bawah yang akan disambung samping sebaiknya dipupuk dan dipangkas 1 bulan sebelumnya secara beriringan. Pemupukan dengan bahan organik bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan organisme penggangu tumbuhan, sedangkan pemangkasan bertujuan untuk optimalisasi sinar matahari dalam menunjang proses fotosintesis agar dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan sambungan.

Cara melakukan teknik sambung samping yaitu:

  1. Siapkan alat dan bahan berupa batang bawah (tanaman yang akan disambung), batang atas, plastik es, tali rafia, gunting pangkas  dan pisau okulasi yang tajam;
  2. Pilih entres dari cabang/ranting kakao yang masih muda (sekitar umur 3 bulan) berasal dari tanaman yang memiliki produktivitas tinggi minimal selama 4 tahun berturut-turut, tahan OPT, jumlah biji perbuah >40 butir dan biji kering di atas 1 gram perbiji. Entres dapat berasal dari klon unggul seperti PBC 123, BR 25, ICS 60, ICS 13, TSH 858, UIT 1, GC 7, RCC 70,71,72 dan 73. Cabang entres yang telah diambil harus dibuang daunnya untuk mengurangi penguapan tanpa merusak batangnya. Pengambilan entres ini sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari dan langsung disambungkan dengan tempat yang akan ditempel/disambung. Bila lokasi batang bawah jauh, maka entres dapat dikemas menggunakan daun pisang agar dapat bertahan selama 4 hari. Entres yang akan digunakan dipotong ±15 cm dan memiliki 2-4 duduk daun. Bagian atas duduk daun inilah yang akan tumbuh menjadi tunas baru pada sambung samping ini.
  3. Sayatlah bagian bawah mata tunas entres secara serong seperti tombak sepanjang 1-2 cm;
  4. Buat tapak sambungan pada batang bawah (batang pokok) setinggi 45-75 cm di atas pemukaan tanah dengan cara membuat 2 torehan vertikal sejajar hingga menyentuh jaringan kayu sepanjang 1-2 cm dengan jarak 1 cm lalu buka kulit torehan untuk disambung dengan entres.
  5. Masukkan kayu mata tunas yang sudah disiapkan ke dalam tapak sambungan secara perlahan beriringan dengan membuka lidah torehan agar potongan tidak rusak dan lekatkan ke jaringan kayu batang bawah;
  6. Ikat hasil sambungan dengan tali rafia dan bungkus dengan menggunakan plastik bening. Bila penyambungan dilakukan pada musim hujan, buatlah talang menggunakan plastik dengan cara memotong dua sisi lipatan plastik kemudian disarungkan pada sambungan agar air tidak masuk ke dalam sambungan. Selanjutnya biarkan sampai 3 minggu.
  7. Setelah berumur 3 minggu, buka penutup sambungan agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat.
  8. Pelihara sambungan hingga berumur 6 bulan dan pangkas batang pokok dengan jarak 30 cm dari tapak sambungan agar tidak terjadi persaingan dengan tunas hasil sambungan.
  9. Entres sudah tumbuh besar dan mulai berproduksi setelah 1,5 tahun.

Gb. Teknlogi Produksi Tanaman Perkebunan dan Budidaya Kakao

 

 

Bagikan Artikel :