TEMATIK BBPP KETINDAN, SINERGIKAN STRATEGI MELATI MEKAR LEMBATA NTT MENDUKUNG PROGRAM TOL LAUT

Lembata, NTT. Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakat sejak tahun 1965. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata"(https://id.wikipedia.org). Lembata memiliki Luas daratan 1.266,39 Km; luas lautan 3.310.654. didukung penduduk sebanyak 134.573 jiwa (BPS, 2016) dan 137.714 jiwa (BPS, 2017) yang menyebar di 9 kecamatan, 144 desa, dan 7 kelurahan dengan hampir 90 % mata pencaharian di sektor pertanian

Meningkatnya jumlah penduduk sebesar 2,3 % dalam kurun waktu 1 tahun sudah pasti akan diikuti pula dengan meningkatnya akan aneka kebutuhan pangan masyarakat. 

Salah satu pemenuhan kebutuhan pangan tersebut berada di sektor perkebunan, untuk itu pemerintah melalui berbagai program berupaya untuk memaksimalkan potensi sumberdaya manusia baik pejabat aparatur sipil negara (ASN) maupun pelaku utama dan pelaku usaha serta sumberdaya alamnya.

Masih banyaknya lahan tidur di Kabupaten Lembata menjadi lirikan pemerintah daerah untuk dapat digarap menjadi lahan produktif, melalui program MELATI MEKAR (mengembangkan lahan tidur untuk kesejahteraan rakyat), dinas pertanian dan ketahanan pangan melalui bidang perkebunan sudah melakukan aksinya. Bekerjasama dengan BBPP Ketindan-Malang-Jawa Timur menyiapkan sumberdaya manusia dalam bentuk penyelenggaraan diklat tematik komoditas kelapa, dalam hal  penyediaan benih bermutu bekerjasama dengan penangkar benih lokal untuk menindaklanjuti hasil diklat dalam perluasan areal tanam kelapa. Program-program yang bersinergi ini diharapkan dapat mewujudkan visi pembangunan pertanian/perkebunan yaitu terwujudnya peningkatan produksi, produktivitas pertanian/perkebunan melalui pengelolaan sumberdaya pertanian yang lestari, terpadu, berkelanjutan berbasis pemberdayaan dan agribisnis.     

Kepala Bidang Perkebunan

Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Umar Abdullah, SP., menguraikan bahwa tahun 2017 Kabupaten Lembata memiliki target perluasan areal tanaman kelapa seluas 300 ha, dengan penyediaan benih siap salur bersertifikat sebanyak 36.000 butir, pemenang lelang pengadaan benih adalah penangkar benih dari Lembata. Dari 36.000 benih kelapa siap salur sebanyak 12.000 bersumber dari APBN yang diterimakan dari pemerintah propinsi untuk lahan seluas 100 ha, sedangkan untuk APBN-P sebanyak  24.000 benih siap salur akan diperuntukan di 2 kecamatan dengan luas areal 200 ha.

Benih siap salur, pengadaan APBNP 2017

Benih pengadaan APBNP 2017

Kepala Bidang Tanaman Perkebunan juga menyampaikan bahwa potensi sektor perkebunan untuk semua komoditas di Kabupaten Lembata seluas 53.838,86 ha, baru tergarap 31,74% atau seluas 17.090 ha, dan 68,26 % nya menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk diselesaikan secara bertahap.

Diklat Tematik yang diikuti hanya oleh 30 peserta, memang jumlah yang sedikit, namun karena yang hadir adalah tokoh-tokoh masyarakat diharapkan mampu melakukan trasformasi informasi hasil diklat kepada seluruh anggota penerima manfaat program. Aksi lanjutan dari diklat ini adalah berupa pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh pertanian lapangan di wilayah penerima manfaat melalui kegiatan latihan dan kunjungan yang menjadi tugas pokok dan fungsi seorang penyuluh pertanian.

 

Bagikan Artikel :