UNGGULAN DIKLAT BBPP KETINDAN 2018

Beban kegiatan tahun 2017 di BBPP Ketindan telah terselesaikan dengan manis. Penutupan kegiatan diakhiri dengan pemberdayaan diklat bertema tematik sesuai dengan pilihan komoditas unggulan di masing-masing wilayah kerja yang merupakan hasil revisi anggaran APBNP 2017, sebanyak 12 angkatan terdiri atas 2 angkatan untuk aparatur dan 10 angkatan untuk non aparatur. Prospek tersebut membantu performa BBPP Ketindan menjadi bagus nilai kinerjanya karena dengan dana yang sama menghasilkan output lebih tinggi sekitar 407 orang .

Memasuki tahun anggaran 2018, telah terancang target pemberdayaan untuk aparatur maupun non aparatur pertanian. Pemberdayaan khusus terbesar dialokasikan untuk pembekalan kepada para penyuluh mendapatkan sertifikat keahliannya dengan membuka kelas reguler untuk diklat fungsional dasar ahli dan terampil. Progres tersebut dilaksanakan selama 21 hari dengan jumlah angkatan sebanyak 29 angkatan, masing-masing angkatan akan dialokasikan untuk 30 orang peserta. Diklat fungsional ahli akan dilaksanakan sebanyak 16 angkatan sedangkan untuk fungsional dasar terampil sebanyak 13 angkatan. Proses diklat dilakukan dengan metode pembekalan 14 hari dan dilanjutkan on the job training selama 7 hari.

Target kedua terbesar adalah rancangan untuk melanjutkan metode diklat teknis tematik dengan pilihan komoditas padi, jagung, kedelai, tebu, kopi, kakao, kelapa, cabai, bawang merah, bawang putih, desa organik dan alat mesin pertanian ( alsintan) yang rencananya akan dilaksanakan di kabupaten wilayah kerja BBPP Ketindan meliputi Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Dearah Istimewa Yogjakarta (DIY), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). Target diklat teknis tematik tersebut  sebanyak 1990 orang  dengan rata-rata per kelas 20-35 orang pada 73 angkatan diklat. Rata- rata durasi diklat 7 hari dengan pola mengidentifikasi permasalahan spesifik wilayah terlebih dulu dan dilanjutkan dengan pemecahan masalah dan dilengkapi dengan praktek/ kunjungan serta on the job training. Rancangan waktu pelaksanaan pada bulan Maret-April dengan harapan hasil diklat dapat mempercepat proses perputaran ekonomi dan ilmu pengetahuan di tingkat lapangan.

Tak kalah penting untuk menarik minat generasi muda yang pada masa milenium ini mulai luntur cita-citanya menjadi petani/ mencintai dunia pertanian akan diperkenalkan melalui diklat Agriculture Training Camp (ATC), di mana kemasan diklat dibuat sedemikian rupa agar menarik, ringan, namun memberi gambaran bahwa dunia pertanian itu luas dan menjanjikan secara ekonomi. Di antara daya tarik sektor pertanian yang kini lagi booming adalah  minat wisatawan untuk berfotoshoot/ selfi di arena terkait pertanian apakah itu pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, atau perkebunan dan kehutanan. Kemasan menarik dan mendidik dapat dijadikan pintu masuk untuk mendulang kembali minat dan opini generasi muda agar mencintai dunia pertanian dan memanfaatkan peluang yang ada dalam kemasan digital/ milenium dan lebih modern. Target utama bagi anak-anak yang akan memasuki dunia perguruan tinggi, yaitu pelajar SLTA yang akan lulus tahun ini atau tahun depan ( pelajar kelas XIV atau XV).

Tidak lengkap kalau pelaku usaha lainnya tidak terfasilitasi dan dibantu pengembangan kualitas SDMnya oleh BBPP Ketindan. Rancangan diklat kewirausahaan bagi generasi muda yang sudah mulai berbisnis layak diintegritasikan dengan sesama pelaku agar jaringan usahanya lebih luas dan berkembang. Termasuk di antaranya pelaku usaha yang dengan ikhlas mau berbagi ilmu kepada sesamanya yaitu pendiri, pelaku serta pengelola P4S layak pula diberikan kesempatan menunjukkan darma bhaktinya kepada Negeri melalui diklat dengan target 30 orang. Pemilihan kelas kelompok P4S di kelas madya merupakan pertimbangan agar kelas pratama dapat menjadi target pembinaan oleh P4S tersebut dan sekaligus berusaha untuk meraih menjadi kelas utama. Juga para pelaku yang selama ini mengandalkan pestisida kimiawi akan dibekali pengetahuan tentang tanaman obat sebagai pestisida nabati sebagai langkah antisipasi membentuk pertanian organik di masa depan serta berusaha menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat karena rendah residu pestisidanya.

 Solusi sehat untuk membentuk generasi sehat dan berkualitas membutuhkan pasokan bahan baku sehat, diantaranya adalah dengan memanfaatkan berbagai tanaman yang ada di sekitar untuk dikemas sebagai bahan pangan, bahan obat, pakaian dan lainnya. Penguatan pelaku dalan hal pengelolaan tanaman obat merupakan salah satu antisipasi menghargai diversitas tanaman Indonesia yang menduduki nomor 2 terbesar dunia setelah Brazil. Kegiatan tersebut membutuhkan 30 orang sebagai target pemberdayaan. Selain itu untuk solusi sehat terutama di daerah urban yang pola hidupnya ada di persimpangan membutuhkan sentuhan tehnonogi pertanian sederhana agar mampu menghasilkan bahan pangan sehat, segar, mudah, murah namun berkualitas. Melatih mereka berusaha tani dengan konsep zero waste menjadi pilihan tepat dan cocok untuk lingkungan daerah urban.

Itulah garis besar rancangan diklat yang akan dilaksanakan oleh BBPP Ketindan tahun anggraan 2018. Respon positif dari para pelaku sangat diharapkan dengan segera melihat website BBPP Ketindan tentang alokasi waktu dan target wilayah pengembangannya untuk turut memacu pengembangan pertanian di wilayah masing-masing. Semoga perjalanan diklat ke depan lebih baik, bermanfaat dan berkelanjutan serta bervisi berkeadilan dan berwawasan kebangsaan Indonesia.

Bagikan Artikel :