Skip to main content
x

BPP Model Kostratani Turen, Ajarkan Bertanam Hidroponik Untuk Dunia Pendidikan SD

Malang- Mendukung arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin bahwa pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi ditengah pandemic Covid 19 ini, kiprah penyuluh terus bergulir sebagai garda terdepan Bersama petani untuk menjamin ketahanan pangan. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani di Kecamatan Turen melakukan pembinaan dan pendampingan budidaya sayuran secara hidroponik di SD Taman Siswa Turen sebagai salah satu pengembangan dari demplot hidroponik yang sudah dilakukan di BPP tersebut. Hal ini sebagai wujud untuk menyukseskan program Kostratani dan sekaligus membuktikan bahwa pertanian tidak berhenti.

Pembinaan dan pendampingan budidaya sayuran secara hidroponik ini diawali dengan penyuluhan pembuatan persemaian dan pindah tanam oleh Tim Penyuluh BPP Turen kepada jajaran guru di SD tersebut pada tanggal pertengahan Agustus 2020 lalu.

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru mengenai cara pembuatan persemaian serta memperkenalkan pertanian secara mudah dan asyik contohnya ialah budidaya hidroponik kepada para guru SD Taman Siswa,” ujar Anggitha Ratri Dewi, Koordinator Penyuluh BPP Turen.

“Melalui pembinaan, pendampingan dan penyuluhan cara bertanam sayur secara hidroponik kepada para guru ini, kami berharap nantinya para guru yang sudah terampil melaksanakan budidaya sayur secara hidroponik dapat menyampaikan ilmunya kepada para siswa, sehingga siswa tidak hanya pandai secara akademis tetapi juga memiliki kemampuan lain yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari”, ungkap Ki Sucipto Kepala Sekolah Taman Siswa dalam sambutannya.

Ia juga berharap dapat memperkenalkan pertanian sejak dini melalui pendidikan di sekolah dasar ini sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa di kemudian hari akan ada kegiatan ekstrakulikuler bercocok tanam untuk para siswanya.

“Total ada 2 set instalasi hidroponik dimana masing-masing terdapat 200 lubang. Untuk mengawali memang hanya guru-guru saja yang diberi penyuluhan dikarenakan masih masa pandemic Covid 19 dan siswa masih belajar dari rumah. Nantinya ketika sekolah tatap muka sudah dimulai, para guru kami harapkan telah siap jika ditanya oleh siswa mengenai hidroponik tersebut. Kami berharap wajah baru ini membuat siswa senang dan penasaran ketika kembali ke sekolah” lanjut Ki Sucipto.

SD Taman Siswa Turen juga dengan menggandeng salah satu praktisi hidroponik dan petani milenial di Kecamatan Turen, M. Haris Riza untuk turut membantu dan hadir pada kegiatan penyuluhan tersebut. Menurut Riza, budidaya sayuran secara hidroponik merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan terutama di tengah pandemic Covid-19 ini.

Budidaya sayuran secara hidroponik di SD Taman Siswa Turen ini selanjutnya akan terus didampingi oleh penyuluh pertanian bekerjasama dengan M. Haris Riza. Dengan adanya budidaya sayuran secara hidroponik di SD Taman Siswa, diharapkan kedepan dapat memberi contoh kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Malang untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian,” pungkas Anggita.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan akan terus berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian. “Salah satu peran penting Kostratani adalah menumbuhkan minat petani milenial. Caranya, dengan peningkatan kapasitas pemuda di bidang pertanian, juga pengembangan wirausahawan muda perdesaan,” tukas Dedi.

Penulis :Anggitha Ratri

Editor : Yeniarta Margi Mulya