Skip to main content
x

Budidaya Jamur Tiram dan Olahan Diversifikasi, Ciptakan Peluang Kerja Bagi Pemuda Tani

Jamur tiram putih banyak di gemari oleh semua kalangan masyarakat apalagi ditunjang permintaan pasar yang sangat tinggi. Potensi limbah kayu berupa serbuk gergaji yang belum dimanfaatkan dengan baik dan potensi pasar yang luar biasa di daerah Pandeglang selatan, membuat kelompok tani (Poktan) Mekar Sari Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, membudidayakan jamur tiram. Produk dari olahan jamur tiram putih dari Poktan Mekar Sari sangat banyak dan sudah di komersilkan di wilayah Pandeglang Selatan seperti sate jamur dan jamur krispy.

Menurut Apipi sebagai pembudi daya jamur tiram ini, rumah jamur yang dikelolanya memproduksi baglog sebanyak 12.000 dengan ukuran 1,6 kg/baglog dapat di panen setiap hari dengan rata-rata 20 kg dan panen paling banyak sekitar 47 kg, dimana panennya dimulai sejak bulan Maret 2020. Baglog dengan ukuran besar ini di harapkan masih bisa di panen sampai bulan Juni 2020.

“Panen jamur tiram ini dilakukan setiap sore hari untuk menghindari kelembaban tinggi akibat embun pagi, kemudian setelah disortasi, di simpan di atas hamparan koran dan dipasarkan di pasar shubuh. Harga eceran Rp 15.000  dan untuk reseller Rp 12.000, target pemasarannya selain ibu rumah tangga, pedagang sate jamur, pedagang jamur krispy juga pedagang-pedagang sayuran keliling, sehingga begitu datang membawa jamur tiram 47 kg juga langsung laris. Alhamdulillah meskipun ditengah pandemi Covid-19 harga jual jamur tiram tetap stabil,”cerita Apipi.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian kabupaten Pandeglang, Wahyu Widayanti mengharapkan bahwa budidaya jamur tiram di wilayah Pandeglang Selatan bisa berkembang lebih baik lagi. “Pelaku utama jamur tiram ini dapat mengikuti pelatihan-pelatihan tentang budi daya jamur supaya lebih baik lagi juga pemasaran jamur tiram ini bisa masuk sampai ke pasar Pandeglang,” kata Wahyudi.

Sementara itu, Koordinator penyuluh BPP Kecamatan Cimanggu, Hasni, sangat mendukung kegiatan budidaya jamur tiram ini dan siap memfasilitasi petani untuk memberikan solusi tentang permasalahan yang masih di hadapi seperti pengadaan bibit jamur atau informasi teknologi terkait budi daya jamur.

“Budidaya jamur tiram ini, membawa berkah di tengah pandemic Covid-19 ini, bukan hanya menguntungkan bagi investor dan pelaku utama saja tetapi dapat memberikan peluang kerja bagi pemuda tani serta  masyarakat sekitar yang ikut menjadi reseller jamur tiram dengan mempromosikan melalui media sosial dengan sistem COD (Cash Delivery Order),” ujar Asep Fauzi, investor jamur bagi Poktan Mekar Sari.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan berpesan, adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor.
Pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik. “Sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” kata Mentan SYL.

Demikian juga Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yaitu Prof. Dedy Nursyamsi mengatakan, masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. “Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya,” pungkas Dedi.


Penulis : Anah Mulyanah

Editor : Yeniarta Margi Mulya

Tulisan juga terbit di Swadaya Online : https://www.swadayaonline.com/artikel/6534/Budidaya-Jamur-Tiram-dan-Olahan-Ciptakan-Peluang-Kerja-Bagi-Pemuda-Tani/