Skip to main content
x

Irigasi Tetes Inovasi Komandan Satma TNI AL Untuk KWT Dewa Kembar

Makassar - Disela-sela  kesibukannya sebagai komandan satuan markas Lantamal VI TNI Angkatan Laut (AL) di Kota Makassar, Sujianto menuangkan ide dan kreativitasnya dalam bidang pertanian. Terhitung lebih dari 26 tahun, sejak tahun 1995, Sujianto meluangkan waktunya bercocok tanam di kebun kelompok wanita tani (KWT) Dewa Kembar. Ia juga adalah tokoh  pembina di KWT Dewa Kembar yang berada di kompleks asrama TNI AL Lantamal VI Makassar. 

Sujianto membuat terobosan irigasi tetes untuk menghemat waktu dalam pemeliharaan tanaman di KWT Dewa Kembar. 

“Awalnya ide ini muncul karena padatnya kegiatan di kantor  kami, sehingga waktu untuk pemeliharaan tanaman di kebun berkurang terutama masalah penyiramannya,” jelas Sujianto. 

Alasan lain yang mendorong Sujianto adalah seringnya mendengarkan sharing dari  beberapa tokoh, pembina, dan anggota KWT yang  terlibat dalam budidaya tanaman baik secara individu maupun dalam kelompok akan kendala utama dalam membagi waktu bekerja  dengan pemeliharaan  tanaman khususnya masalah penyiraman.  

“Kami sering mendengar bahwa banyak kegiatan bercocok tanam  oleh kelompok - kelompok wanita tani  maupun individu  yang terhenti disebabkan karena kesibukan mereka yang sangat padat, sehingga waktu untuk melakukan pemeliharaan  tanaman khususnya  penyiraman menjadi  kendala utama. Faktor lain  seperti  kecapekan,  rasa jenuh  “boring time” yang dirasakan oleh anggota KWT, menyebabkan malas untuk aktif dalam pemeliharaan tanaman. Upaya yang dilakukan   untuk membantu mengatasi kendala ini adalah  mencari informasi sistem apa yang paling praktis dan efektif dalam melakukan penyiraman tanaman,” lanjut Sujianto.

Inovasi yang Sujianto dapatkan bukan hanya berasal dari hasil penelitian laboratorium saja tetapi juga bisa dari uji coba pengalaman para petani-petani sukses, serta sumber rujukan dari youtube. Setelah beberapa kali dilakukan perakitan dan uji coba, akhirnya inovasi irigasi tetes yang dirakit bisa beroperasi dengan baik.

Kelebihan sistem irigasi tetes  adalah mudah dan hemat waktu dalam  penyiraman tanaman.   Sangat bermanfaat jika musim kemarau, dimana kelembaban tanah tetap terjaga dengan adanya tetesan-tetesan air ke  tanah.  Hemat dalam penggunaan air. Efisien dalam pemeliharaan bumbungan tanah karena tanah tidak terhambur pada saat penyiraman.    Sistem ini juga dapat disambungkan pada  alat digital timer, sehingga setiap waktu penyiraman cukup dilakukan oleh alat timer yang sudah distel. Efisien dalam pemupukan jika menggunakan pupuk cair yang sudah dicampurkan ke dalam sumber air/tandon.  Rakitan sederhana ini juga dapat disambungkan di kran air  dari mesin pompa yang ada di rumah untuk skala rumah tangga. 

Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.  Sehingga pendapatan petani meningkat dan kondisi ketahanan pangan rumah tangga semakin kuat.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala  Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa pelaku usaha tani yang rajin mengadopsi inovasi teknologi akan berkembang lebih maju dan modern dibandingkan dengan pelaku usaha tani yang tidak mengadopsi teknologi.  

Inovasi bisa kita hadirkan dengan rajin mencoba. Kita bisa mencari tahu manfaat atau dampak dari satu hal karena sering mencoba. Petani pun harus rajin mencoba untuk mendapatkan inovasi yang dibutuhkan,” tegas Dedi.

 

Penulis : Andi Kahfiani

Penyunting : Yeniarta