Skip to main content
x

Iwan Abubakar (Sosok Penyuluh Swadaya Kabupaten Gorontalo)

Di saat para Generasi Muda Indonesia berlomba mencari pekerjaan yang layak sebagai konsekuensi dari hasil pendidikan berupa ijazah baik SMK/SMA, Diploma, Sarjana bahkan Pasca Sarjana, seorang bernama Iwan Abubakar memandang dari aspek yang spesifik. Sekalipun mind set  generasi muda saat ini bahwa pertanian identik dengan kotor, menjijikan dan tidak menjanjikan masa depan, ternyata Iwan Abubakar membuat antithesis tentang hal tersebut.  Bahwa sektor pertanian sangat memberikan kontribusi penting dalam memajukan citra suatu bangsa agraris.

Dengan lahan yang dimiliki secara pribadi seluas 1 ha, ia dapat menghidupi keluarga secara layaknya seorang manajer suatu perusahaan.  Keberhasilan Iwan menyebar kepada para anggota poktan yang dipimpinnya dengan garapan seluas 15,2 ha yang diusahakan dengan komoditas padi,jagung dan kedele serta hortkultura. Pada musim kering seperti bulan Agustus,  September dan Oktober  dengan motivasi sebagai sosok ketua kelompok, Iwan dapat menciptakan keswadayaan para anggota untuk menggunakan air tanah yang digali disetiap pojok lahan garapan mereka. Alhasil kebutuhan air terpenuhi untuk menghasilkan produksi unggulan PAJALE seperti yang dikumandangkan Kementerian Pertanian. 

Poktan Tunggulo memberikan warna baru bagi dunia pertanian melalui kepemimpinan seorang Iwan Abubakar.  Sebagai kelas belajar, Poktan Tunggulo bekerja sama dengan Universitan Gorontalo mengembangkan tanaman sorgum serta  tanaman padi gogo bekerjasama dengan BPTP Gorontalo untuk penyesuaian musim kering dengan jenis padi lahan kering. Hasilnya sangat menggembirakan dan akan dikembangkan  pada luasan 180 ha lahan milik Gapoktan Huyula dimana seorang Iwan pun dipercayakan menjadi Manajernya.

Gambar 1. Tanaman sorghum.

Gambar 2. Tanaman padi gogo.

Gambar di atas menunjukkan tanaman sorgum sebagai alternatife pangan potensial serta padi gogo sebagai komoditas lahan kering yang diujicobakan seorang Iwan Abubakar beserta anggota poktannya.

Menjadi seorang pengetrap dini dalam istilah penyuluhan merupakan karakteristis seorang  Iwan Abubakar. Potensi diri ini sangat mendukungnya dalam beraktivitas sebagai seorang tokoh tani muda Kabuapten Gorontalo yang patut diacungi jempol. Dari kerja kerasnya selama ini tidak saja memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Gorontalo dalam penyediaan pangan dan hortikultura, tetapi lebih dari itu Iwan Abubakar secara rela dan ikhlas membagikan ilmunya kepada lingkungan sekitarnya secara swadaya.

Penantian panjang sebagai konsekuensi logis dari suatu perjuangan para tokoh petani muda. Iwan di tahun 2015 yang terpilih sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Propinsi Gorontalo dan berhak mengikuti uapacara kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2015 di Istana Negara bersama Presiden RI Bapak Joko Widodo. Kesimpulan Iwan bahwa pekerjaan tani adalah pekerjaan mulia dan bukan pekerjaan kotor untuk itu Iwan mengajak para generasi muda untuk mencintai dunia pertanian, karena hanya dengan bertani kita dapat membagikan keberkahan nyata bagi sudara-saudari kita setanah air yaitu Indonesia. Bravo Petani Indonesia.

Gambar 3.  Suasana para Penyuluh PNS harus belajar bersama Iwan Abubakar beserta salah seorang anggotanya yang masih muda bertopi cowboy.

Gambar 4. Sosok Iwan Abubakar berkaos putih tanpa menggunakan topi.

Ditulis oleh Karel Daniel Isak Sir