Skip to main content
x

Klasifikasi dan Reklasifikasi P4S Di Pulau Madura

Petani belajar dari petani, pada hakekatnya merupakan praktek pembelajaran di lingkungan masyarakat tani yang telah berlangsung lama dan berkembang secara alamiah. Model pembelajaran petani seperti itu diakui memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam pencapaian hasil belajarnya. Hal ini dipengaruhi, petani lebih mudah belajar karena pengetahuan dan pengalaman disampaikan menggunakan “bahasa” petani, dan penggunaan metode praktek langsung dalam proses pembelajaran oleh petani unggulan.

Petani unggulan diakui dan diposisikan sebagai mitra penyuluh dalam praktek penyelenggaraan penyuluhan. Yang secara sukarela berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya dalam pengelolaan usahataninya. Untuk itu, figur-figur potensial ini layak difasilitasi agar kemanfaatan dirinya dapat terus berkembang dan menyebar kepada petani-petani lain.  Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan (BBPP) Ketindan, selaku pembina Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) menaruh perhatian serius terhadap peran strategis petani-petani unggulan dalam penyelenggaraan penyuluhan. Untuk itu, BBPP Ketindan melaksanakan klasifikasi dan reklasifikasi P4S di tiga kabupaten Pulau Madura.

Mengacu pada Pedoman Penumbuhkembangan P4S  yaitu Peraturan Menteri Pertanian nomor 33 tahun 2016, klasifikasi dan reklasifikasi P4S dilaksanakan guna mengakomodasi tumbuh kembangnya keberhasilan para pelaku usaha yang berkembang secara mandiri melalui P4S. Widyaiswara BBPP Ketindan, Lina Novi Ariani dan Ketua Forum Komunikasi P4S Provinsi Jawa Timur, Syaiku Ahmad mengawali kegiatan klasifikasi P4S tahun anggaran 2020 di  P4S Gading Sejahtera Kabupaten Bangkalan, yang diketuai oleh Moh.Irfan dengan pengelolaan usahatani bergerak di jasa alsintan. Kemudian, klasifikasi P4S dilanjutkan  di Kabupaten Pamekasan tepatnya di P4S Empu Kelleng dengan bidang usahatani bergerak di budidaya bawang merah dengan Ketua Mohammad Suhartoyo. Reklasifikasi P4S juga dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan di P4S Sri Kuning dengan Ketua Saudi yang telah terbentuk sejak tahun 2006 dengan bidang usaha budidaya bawang merah. Di ujung utara Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Sumenep , P4S Tani Makmur 115 dengan Ketua Hosman, memiliki usaha tani pengolahan hasil kelor dan kopi jamu serta agen hayati. 

Menggunakan form penilaian klasifikasi yang memuat indikator  mulai sarana prasarana, kelembagaan penyelenggaraan pelatihan dan permagangan, ketenagaan, pengembangan usaha dan jejaring kerja, maka didapatkan skor nilai klasifikasi P4S apakah klasifikasinya pertama, madya, utama atau aditama. 

Selain untuk menumbuhkembangkan P4S, pentingnya pembenahan sarana prasarana dimulai dari pembenahan administrasi, ruang sekretariat, sarana kesekretariatan, asrama dan perpustakaan serta kelembagaan, yaitu pentingnya penyusunan AD/ART dan uraian tugas pengelola dalam mengelola P4S, menjadi tugas pengelola guna meningkatakan kelembaagaan pelatihan pertanian swadaya. 

Penulis : Lina Novi Ariani

Editor dan Penyunting : Yeniarta Margi Mulya