Skip to main content
x

Kostratani Cibaliung Dorong KWT Dukuh Mandiri Budidaya Sayuran Organik

Pemanfaatan pekarangan untuk sayuran organik ternyata sangat menjanjikan apalagi di tengah pandemic Covid 19. Kangkung darat dan bayam merah organik merupakan tanaman yang dapat dipanen pada umur 25 hari setelah tanam di KWT Dukuh Mandiri Desa Sukajadi Kecamatan Cibaliung, dan dikemas cantik sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan upaya membangun ketahan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Semua sektor harus mengambil peran. Pemerintah, peneliti, praktisi, pakar pertanian, insan pertanian, penyuluh dan petani harus bersinergi.

“Kita harus memastikan bahwa pertanian tidak boleh terhenti didalam memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. Bekerjalah dengan semangat mewujudkan kemandirian pangan, saatnya kita menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia” tutur SYL.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Dukuh Mandiri, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Provinsi Banten mulai membudidayakan sayuran organik di Blok Situ Sadang sejak awal tahun 2020. Jumlah anggota KWT Dukuh Mandiri yang dibina pada kegiatan pemanfaatan pekarangan ini 30 orang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan meningkatkan pendapatan.  

Penyuluh pertanian Desa Sukajadi, Anah Mulyanah mengatakan, “Sayuran yang dibudidayakan meliputi kangkung, bayam merah, seledri, bawang daun, pokcoy, caisim, selada bokor, cabai, tomat dan terong. Tak ketinggalan juga terdapat tanaman biofarmaka seperti jahe merah. Tapi baru kangkung darat dan bayam merah yang sudah bisa di panen karena umurnya cuma 25 hari, perawatannya mudah dan layak untuk di panen. Sayuran tersebut di tanam di lahan demplot seluas 100 m2 dan juga di tanam di setiap pekarangan rumah anggota KWT”.

“Untuk mendapatkan hasil maksimal dan memberi nilai tambah yang bagus, sayuran organik harus melalui proses grading yaitu mengklasifikasikan sayuran berdasarkan kualitasnya, kemudian di kemas dengan kemasan bagus dan menggunakan label untuk daya tarik tersendiri sehingga mudah untuk di pasarkan dengan harga bersaing,” tutur Roslena Ketua KWT Dukuh Mandiri.

Anah Mulyanah juga menambahkan bahwa untuk mewujudkan program Kostratani, salah satu contoh melalui pemanfaatan lahan pekarangan ini harus menjadi bisa diikuti oleh petani lainnya. Kegiatan ini sebagai dukungan Kostratani Cibaliung kepada kegiatan-kegiatan KWT binaan BPP, serta yang tak kalah penting adalah difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang dan DKP Provinsi Banten.

Selain melakukan pemanfaatan pekarangan dengan tanam sayuran organic, KWT Dukuh Mandiri juga memiliki produk unggulan olahan pangan lokal yaitu kue noga wijen sejak tahun 2019 yang sudah di pasarkan ke luar wilayah Pandeglang.

Pemasaran dilakukan dengan cara membuka lapak sayuran di lokasi demplot dan promosi di media sosial facebook, sehingga konsumen bisa datang langsung ke lokasi atau sistem COD (Cash On Delivery) untuk yang terjangkau.

“Untuk mendukung program Kostratani, petani harus terus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha taninya baik secara on farm maupun off farm. Pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan infeksi Covid-19 ini,” tegas Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Penulis : Anah Mulyanah

Editor dan Penyunting : Yeniarta Margi Mulya