Skip to main content
x

Kostratani Sigaluh Dorong Pemuda Milenial Terjun Ke Dunia Pertanian

Banjarnegara- Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah menyampaikan "Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia”. Generasi muda atau yang biasa disebut pemuda milenial menjadi salah penentu kemajuan bangsa terutama pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

Sejumlah anak muda di Desa Bojanegara Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid Al Hidayah Bojanegara mencoba tergerak untuk masuk ke dunia pertanian. Mereka adalah para remaja yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah, dengan adanya kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat mereka lebih banyak beraktivitas dirumah. Hal inilah yang mendorong mereka untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat, salah satunya adalah kegiatan bertanam sayuran.

Tampak beberapa anak muda menanam berbagai jenis sayuran, antara lain cabai, terong, kangkung, caisim dan daun bawang. Dengan menggunakan media polybag mereka mempersiapkan tanah, pupuk dan bibit. Mereka didampingi Penyuluh Pertanian Kecamatan Sigaluh yang merupakan bagian dari wilayah binaan Konstratani  Sigaluh Banjarnegara Yekti Nunihartini, terlihat asyik bergotong royong melalukan kegiatan pertanian. Sebelumnya Yekti telah memberikan pembekalan dan penyuluhan dengan tentang cara menanam sayuran dengan baik agar hasilnya bisa lebih optimal.

"Kami selaku peyuluh pertanian mendukung penuh apa yang dilakukan oleh anak-anak muda dalam berkreasi, apalagi dengan keinginan sendiri mereka ingin mencoba masuk ke dunia pertanian, walaupun basic mereka belum dari kelompok pemuda tani, akan tetapi ini adalah hal baik yang harapannya setelah mereka lulus nanti mereka bisa terjun ke dunia pertanian, untuk melanjutkan estafet petani yang akan datang. Hal ini juga sebagai bukti bahwa Kostratani Sigaluh sebagai salah dalam perannya untuk mendampingi dan mendorong mereka agar pertanian di Banjarnegara semakin maju,"ujar Yekti.

“Peran pemuda dalam pertanian diharapkan mampu menciptanya sistem atau konsep-konsep baru dalam dunia pertanian, ataupun teknologi baru sehingga mampu memaksimalkan produktivitas meskipun dengan lahan yang seminimum mungkin dan juga memanfaatkan potensi tanaman pertanian di tiap-tiap wilayah pertanian di Indonesia,” lanjut Yekti.

Kegiatan yang dilakukan oleh para milenial tersebut dilakukan ketika para pemuda ini jenuh tanpa aktivitas dimasa pandemic Covid 19. Sehingga dengan slogan #Dirumahaja yang digaungkan mereka mencoba kegiatan pertanian. Ageng Nur Hidayat selaku ketua dari anak-anak muda ini mengatakan bahwa dia dan teman-temannya sengaja melakukan kegiatan ini karena selain mengisi aktivitas yang banyak dirumah, dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Nah kegiatan bertanam sayuran ini kami ambil dengan harapan kami bisa membantu masyarakat sekitar untuk bisa memanfaatkan lahan-lahan sempit dirumah mereka dengan menanam sayuran yang bermanfaat untuk keluarga mereka. Apalagai di masa pandemi ini, semoga hasil sayurannya nanti bisa sedikit mengurangi biaya pengeluaran. Hasil dari kegiatan kami, sebagian kami jadikan demplot dan sebagian kami bagikan ke masyarakat. Dan alhamdulillah kami mendapat bimbingan langsung dari penyuluh petanian setempat,”ujar Ageng.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo optimistis dengan semangat para pemuda dalam upaya penumbuhan sektor pertanian di Indonesia. SYL, sapaan akrabnya, yakin sektor pertanian merupakan bidang usaha yang sangat prospektif. Apalagi jika penggerak sektor pertanian adalah para pemuda milenial. Didukung teknologi modern. “Maka dunia dalam genggaman kalian. Saya makin percaya anak muda yang terjun di bidang pertanian punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik,” tutur SYL

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengatakan "Keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian. Salah satu peran penting Kostratani adalah menumbuhkan petani milenial. Caranya, dengan peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, juga pengembangan wirausahawan muda perdesaan,” tukas Dedi.

Penulis : Yekti Nunihartini/

Editor : Yeniarta Margi Mulya