Skip to main content
x

Kostratani Wlingi Gandeng Petani Milenial Wujudkan Produksi Padi 12 Ton/Ha Dengan Metode MHI

Dengan diberlakukan New Normal atau masa transisi ditengah pandemic Covid 19, Kelompok Tani (Poktan) Mekarsari I sebagai salah satu binaan dari Kostratani Wlingi Kabupaten Blitar, mulai mengaktifkan pertemuan kelompok. Sehingga pertemuan poktan sudah menjadi kebutuhan para petani untuk saling bersinergi dan berkomunikasi antar anggota beserta penyuluh pendamping.

“Salah satu tugas Kostratani diantaranya adalah melaksanakan koordinasi dan sinergi kegiatan pembangunan pertanian dengan penguatan kelembagaan melalui pertemuan sudah diaktifkan kembali”, ujar Ninik Dwi Handayani selaku koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP ) Wlingi Kabupaten Blitar ketika menemui beberapa anggota Poktannya.

 Poktan Mekarsari I berada di Kelurahan Klemunan Kecamatan Wlingi merupakan Kelompok Tani Melenial dan beranggotakan pemuda milenial yang bergerak aktif di dunia pertanian. Hal ini dibuktikan oleh seluruh anggota Poktan Mekarsari I di musim tanam bulan Agustus ini melakukan tanam padi serentak menggunakan Metode Hayati Indonesia (MHI) dengan target produksi 12 ton / hektar. MHI  merupakan konsultan pertanian yang menerapkan sistem pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi. Untuk percepatan peningkatan produktivitas padi, MHI menerapkan kombinasi teknologi Plant Growth Promothing Rhizobacteria ( PGPR ), Asam Hulmat, Asam Fulfat dan Asam Amino, dimana bahan bakunya tersedia melimpah di wilayah pedesaan.

“Kami senang karena bisa kembali melakukan pertemuan kelompok lagi, bersilahturahmi lagi dengan para anggota dan pengurus, kami juga mendapatkan pengarahan dan ilmu pertanian terkini melalui penyuluh yang selalu mendampingi kami. Sehingga kami berharap produksi pertanian kami bisa lebih baik di masa pandemic ini dengan mengikuti program MHI,” tutur Sugeng, Ketua Poktan Mekarsari I.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia.  “Kita harus memstikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya. Untuk itu, saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan akan terus berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian. “Salah satu peran penting Kostratani adalah menumbuhkan petani milenial. Caranya, dengan peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, juga pengembangan wirausahawan muda perdesaan,” tukas Dedi.

 

Penulis : Ninik Dwi Handayani

Editor dan Penyunting :  Yeniarta Margi Mulya

Tayang juga di Media Swadaya Online : https://www.swadayaonline.com/artikel/7326/Kostratani-Wlingi-Gandeng-Petani-Milenial-Wujudkan-Produksi-Padi-12-Ton-Ha-Dengan-Metode-MHI/