Skip to main content
x

Malang Siapkan Wirausahawan Komoditas Bawang Merah Melalui Pelatihan Tematik

Berbagai program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan ketahanan dan kedauluatan pangan terus digerakkan bagi 267 juta jiwa masyarakat Indonesia. Salah satu langkah tersebut yaitu dengan menyediakan pangan sehat, murah, mudah dan terjangkau.  Melalui program strategis pembangunan pertanian (Kostratani) yang berfokus di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dimana seluruh koordinasi untuk mencapai misi kedaulatan pangan  dipegang oleh BPP, diantaranya adalah untuk memfasilitasi, meningkatkan, menguatkan dan mendorong berbagai upaya.

Komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia agar berdaulat secara pangan dahulu masih berkutat pada beberapa sumber karbohidrat  seperti padi, jagung, kedelai, ubi jalar, ubi kayu dan beberapa komoditas lain spesifik wilayah. Namun sejalan dengan selera, gaya hidup dan kuliner khas Indonesia yang memerlukan pasokan rempah/tanaman obat seperti cabai, bawang putih, bawang merah dan lainnya menjadi kebutuhan yang harus ada di dapur masyarakat Indonesia.

Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan melalui  Kostratani, pertanian akan lebih maju, mandiri, modern. “Masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens, diantaranya yaitu beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi/daging kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng. Semua komoditas di atas diharapkan dalam penanganan dan pengelolaan yang baik, rendah pestisida dan berkualitas serta telah dimaksimalkan dengan menggunakan alat dan mesin  pertanian (alsintan) agar efisiensi dan efektifitasnya lebih baik,” tegas SYL.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) menindaklanjuti kebijakan program dari Kementerian Pertanian melalui berbagai pelatihan, penyuluhan dan pendidikan untuk menyiapkan agar SDM pertanian memenuhi syarat membantu dan mendorong peningkatan produktivitas dan produksi yang menjadi target pemerintah. Salah satu unggulan kegiatan dari BPPSDMP diterjemahkan oleh unit pelaksana teknis (UPT) salah satunya oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dengan menyelenggarakan Pelatihan Tematik Pengolahan Hasil Bawang Merah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Malang yang dilaksanakan di Kecamatan Pujon. Penyelenggaraan pelatihan tersebut didasarkan pada masalah-masalah spesifik pembangunan pertanian di wilayah  cakupan kerja BBPP Ketindan pada tahun 2021. Dengan harapan lebih mempercepat dalam perwujudan kedaulatan pangan melalui kostratani di tingkat kecamatan yang menjadi program unggulan Kementan untuk Indonesia sejahtera.

Kegiatan pelatihan yang diikuti 30 peserta berasal dari 4 kecamatan yaitu Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon dan Karangploso sebagai sentra produksi bawang merah baik dalam bentuk segar maupun olahan. Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor membuka secara resmi kegiatan pelatihan tematik pengolahan hasil bawang merah. Ia berpesan agar semua peserta dapat menjadi wirausahawan yang handal, kreatif, produktif dan inovatif sehingga nantinya dapat mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menegaskan, meskipun ditengah pandemi Covid-19, sektor pertanian tidak boleh berhenti, bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor yang berbasis IT (Information Technology). “Seperti keadaan sekarang ini, kostratani yang pusat gerakannya ada pada setiap kecamatan di seluruh Indonesia, saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan ditengah pandemi Covid-19,” ujar Dedi.

 

 Penulis    : Rivana Agustin

Editor       : Yeniarta