Panen Raya di Kab. Malang

Saat melakukan panen raya di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tanggal 26 Pebruari 2015 Mentan mengatakan, tingginya harga beras sudah tidak masuk logika. Alasannya, harga gabah di tingkat petani hanya Rp 4.500 sampai Rp 4.700 per kilogram. Artinya, harga beras di pasar seharusnya berkisar antara Rp 8.700 sampai Rp 9.000 per kilogram. Menurut Amran, jika harga beras di pasar Rp 12 ribu per kilogram, seharusnya harga gabah di tingkat petani mencapai Rp 9.000 per kilogram.

Mengenai produksi padi 2015, Kementerian Pertanian menetapkan target produksi padi sebesar 73,4 juta ton dengan asumsi luas tanam seluas 14.578.783 hektare. Luas tanam padi ada penambahan seluas 317.006 hektare dibandingkan dengan 2014 yang luas tanamnya 14.261.776 hektare. Sedangkan, luas panen pada 2015 diharapkan seluas 14.091.226 hektare atau ada penambahan seluas 322.907 hektare dibandingkan 2014 yang seluas 13.768.319 hektare. “Dengan asumsi 34 provinsi memenuhi target dan berjalan normal, target 73,4 juta ton GKG akan terpenuhi,” katanya. Selain itu, upaya yang dilakukan Mentan adalah melakukan panen raya di beberapa daerah sentra produksi padi dan sekaligus memantau harga gabah/beras langsung di tingkat petani sampai ke pasar. Selama satu pekan, Mentan secara berturut-turut melakukan panen raya padi di Demak, Selasa (24/2), Sragen dan Ngawi, Rabu (25/2) dan terkahir di Malang, Kamis (26/2). Selama melakukan panen raya padi ini, Mentan sekaligus memantau harga gabah di tingkat petani sampai ke pasar. Produktivitas padi pada ke tiga daerah ini mengalami peningkatan 50 sampai 30 persen. Di Demak, produksinya sebesar 9,2 ton per ha, dimana produksi sebelumnya hanya sebesar 6 ton per ha. Kemudian di Sragen, Ngawi dan Malang rata-rata produksinya 8 ton per ha. Harga gabah yang ada di tingkat petani pada semua daerah ini sebesar Rp 4.500 per kg.

“Kami sudah cek dengan melakukan perjalanan selama 3 hari dari Demak sampai Malang, harga gabah di tingkat petani sebesar Rp 4.500 per kg. Apabila harga beras saat ini Rp 12.000 per kg, mestinya harga gabah Rp 8.000 per kg, sehingga kenaikan harga beras di beberapa daerah disebabkan faktor distribusi” ujar Mentan saat dialog dengan petani seusai melakukan panen raya padi di Desa Ngebruk, Kec. Sumber Pucung, Malang bersama Bupati Malang Rendra kresna dan Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Dalam kunjungan kerjanya di Malang, Mentan mendapatkan laporan dari Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI, bahwa pihak TNI telah berhasil menangkap enam group mafia distributor pupuk ilegal. Terungkapnya enam group mafia besar ini, distribusi pupuk di wilayah Malang lancar dan terpenuhi sampai ke petani. Mentan memberikan banyak bantuan untuk petani di Malang, berupa bantuan irigasi tersier sebesar 2.000 ha dan apabila selesai pada bulan April, Mentan akan menambah sebesar 500 ha. Kemudian, Mentan memberikan bantuan juga berupa optimasi lahan sebesar 2.000 ha, handtraktor 112 unit, alat tanam 28 unit, pompa air 48 unit, combain harvest 8 unit dan bantuan jagung sebesar 4 ribu ha berupa benih dan pupuk. Dengan banyaknya bantuan ini, Mentan berharap kepada seluruh petani Malang agar dapat memanfaatkannya dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas sehingga target swasembada pangan tiga tahun ke depan dapat dicapai.

 

ooO SEKIAN Ooo

Bagikan Artikel :