Skip to main content
x

Pemupukan Berimbang Membawa Sumbawa Berdaya Beras Berkelanjutan

Sumbawa- Sejumlah 60 orang petani di Kabupaten Sumbawa mengikuti pengembangan kapasitas dalam bimbingan teknis (Bimtek) Pemupukan Berimbang Tanaman Padi bagi Petani, kerjasama Komisi IV DPR-RI  dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Kegiatan yang  dilaksanakan ditengah penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali oleh pemerintah sejak 3 Juli lalu tetap melalui protokol kesehatan secara ketat Hadir secara langsung dalam kegiatan Bimtek, Anggota Komisi IV DPR-RI, H. Johan Rosihan, “Saat ini sedang panen raya dan kapasitas penyimpanan beras di Bulog sedang overload. Petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan harus kreatif untuk berdaya pasar dengan harga yang sesuai,” ungkap Johan saat membuka Bimtek.

Ia lalu menambahkan, “Jika pupuk langka, kita masih bisa pake pupuk organik, saya sudah coba dan hasilnya tidak mengecewakan. Kalau harga gabah sedang anjlok, maka jangan dulu jual semuanya. Simpan dulu sebagian sampai harga kembali normal.”

“Dengan pemupukan berimbang, petani bisa mendapatkan hasil maksimal dan berkualitas, lahan terpelihara. Tinggal memanfaatkan Rice Milling Unit (RMC) agar bisa langsung mencapai pasar, dengan harga yang lebih baik” imbuhnya.

Pengurangan subsidi pupuk tidak berarti perhatian pemerintah menurun untuk sektor pertanian, melainkan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetik. Berdasarkan penelitian, kondisi tersebut mengakibatkan munculnya titik jenuh di kawasan-kawasan produksi yang intensif. Saatnya petani memanfaatkan keberadaan bahan organik yg melimpah. Pertanian rasional dengan pemupukan berimbang, sesuai kebutuhan, menjadi solusi bagi peningkatan kualitas lahan dan produk yang dihasilkan.

Sejalan dengan upaya tersebut, dalam berbagai kesempatan, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa pertanian adalah tulang punggung negara, sumber pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Pertanian harus terus bergerak dan menyesuaikan dengan teknologi-teknologi yang sedang berkembang. Teknologi yang menarik bagi generasi muda sekaligus ramah lingkungan.

Bimtek yang terselenggara selama 2 hari ini dimaksimalkan pada praktek peserta dalam mengelola kesuburan tanah dengan pupuk berimbang dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara ramah lingkungan.

 

Penulis : Saptini Mukti Rahajeng

Penyunting : Yeniarta Margi Mulya