Skip to main content
x

Perdana: E-Training Swadana Pengolahan Hasil Rimpang

Pandemic Covid-19 memaksa kita untuk berinisiatif agar tetap berkarya. Begitu pula dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Ketindan), menyadari pentingnya peningkatan imunitas tubuh di masa pandemic ini maka olahan rimpang menjadi salah satu potensi dari biodiversitas Indonesia yang layak untuk diberdayakan, disebarluaskan dan dimanfaatkan. Oleh karenanya BBPP Ketindan menyelenggarakan pelatihan secara virtual atau E-training pengolahan hasil rimpang yang telah dilaksanakan pada 24 – 27 Agustus 2020 dengan peserta dari penggerak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sejumlah 30 orang.

Proses pelatihan virtual menggunakan aplikasi zoom, merupakan respon dan tanggung jawab dari BBPP Ketindan bahwa bahwa pandemi covid-19 tidak menyurutkan langkah pertanian untuk terus bergerak maju demi menyediakan pangan 267 juta jiwa masyarakat Indonesia. Respon positipun juga disambut hangat oleh para peserta dimana mereka (peserta) pelatihan mengikuti kegiatan ini secara swadana, tidak ada dana pemerintah atau BBPP Ketindan yang digunakan. Namun tenaga widyaiswara terutama tim pengolahan hasil telah mampu merangsang minat yang luar biasa sehingga selama proses 4 hari pelatihan semua kaidah pelatihan dilakukan seperti pre  test, evaluasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap, praktek kerja di rumah masing-masing, post test dan kegiatan lain telah dilakukan secara mandiri dengan bimbingan dan live chat antar peserta dengan widyaiswara. Salah satu yang menjadi penugasan adalah praktek membuat olahan rimpang melalui video dan hasilnya dinilai atau dievaluasi oleh widyaiswara sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.

Dalam arahannya, Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor memotivasi dan menginisiasi peserta dengan memberikan trik-trik berusaha dan meraih peluang terbaik terutama di masa pandemic Covid-19 sehingga pertanian dapat mencapai harapan yang dicita-citakan yaitu maju, mandiri dan modern. Sementara itu dalam acara penutupan pelatihan virtual kembali Kepala BBPP Ketindan berpesan agar secara maksimal memanfaatkan keragaman biodiversitas tanaman obat Indonesia untuk meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan pendapatan, memperluas kesempatan kerja dan membantu masyarakat Indonesia agar tetap sehat dan bugar dengan produk asli Indonesia.

Di sisi lain  hasil pembelajaran olahan rimpang melalui video telah secara mandiri menjadikan media sosial sebagai ajang belajar, berusaha dan berbagi ilmu kepada peserta pelatihan. Trik membuat video yang bagus tidak diajarkan tetapi hasil kiriman video peserta sebagai salah satu produk pembelajaran menunjukkan kualitas dan kemampuan peserta yang bagus untuk terus diasah dan ditingkatkan. Sangat benar salah satu pameo bahwa dalam keterbatasan akan muncul inisiatip dan potensi diri yang tidur untuk dibangunkan sehingga menjadikan kualitas diri meningkat dan lebih baik.

Dari hasil evaluasi peserta pelatihan terhadap pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang luar biasa sekitar 95,67 %. Ini artinya bahwa pelatihan virtual dianggap berhasil, namun saran bagus peserta menghendaki bimbingan online dari widyaiswara lebih banyak /luas lagi karena peserta umumnya belum terbiasa dengan aplikasi yang digunakan. E-training perdana olahan rimpang akan membuka pintu pelatihan sejenis dengan tema / topik berbeda. Respon baik dan positip memacu harapan akan bangkitnya pertanian menjadi lebih profesional dan layak menjadi pondasi perekonomian Indonesia utamanya di masa pandemic Covid-19 yang belum berakhir dan pertumbuhan positip bidang pertanian akan membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Penulis : Nur Hidayah

Editor dan Penyunting : Yeniarta Margi Mulya

Tayang di Media Swadaya Online : https://www.swadayaonline.com/artikel/7323/Perdana-E-Training-Swadana-Pengolahan-Hasil-Rimpang/