Skip to main content
x

Yuk Membuat Pupuk Kompos Di Rumah

Persoalan sampah memang tidak pernah habis untuk dibahas. Berita tentang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah penuh dan tak dapat menampung sampah masih sering dijumpai di beberapa tempat. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, produksi sampah dari rumah-rumah kian meningkat, baik sampah organik maupun anorganik.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa dampaknya bagi aspek kehidupan kita. Namun pertanian tidak boleh berhenti terutama untuk melawan serangan ini. “Masalah pangan yang utama dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam kondisi apapun,” tegasnya. Seiring dengan arahan Kepala Badan PPSDMP, kegiatan pertanian tidak terlepas akan pentingnya pupuk guna mendapatkan hasil panen yang berlimpah dan berkualitas.


Lalu, apa yang bisa kita lakukan?


Membuat pupuk kompos menjadi salah satu solusinya. Mari kita simak bersama cara pembuatannya.Sebelumnya, pisahkan sampah yang ada dirumah kita. Satu tempat sampah organik dan satu tempat sampah anorganik. Jika dirumah sudah dilakukan pemisahan ini, maka akan terlihat sampah mana yang paling banyak kita produksi.
Kemudian, dari sampah organik kita jadikan kompos. Jika masih memiliki lahan tanah bisa langsung kita buat lubang biopori di tanah. Atau seperti orang jaman dahulu, menggali tanah kemudian memasukkan semua sampah organik kesana dan biarkan para pengurai bekerja. Kalaupun tidak ada lahan, kita dapat menggunakan wadah atau  ember/tempat sampah/pot yang bawahnya dilubangi terlebih dahulu. Masukkan tanah setebal 5 cm-10 cm sebagai dasar. Masukkan daun kering/coklat, sampah dari dapur seperti kulit buah, potongan sayur busuk, cangkang telur dll. Masukkan tanah, lalu tumpuk lagi dengan sampah organik, begitu seterusnya. Ingat untuk menutupnya, supaya tidak ada bau busuk yang keluar. Kita bisa menambahkan dekomposer untuk mempercepat proses pembusukannya. Sepekan sekali diaduk-aduk supaya proses pengomposan bisa merata. Kurang lebih 2 bulan kompos siap untuk dipanen.


Tak punya itu semua? tenang, kita dapat menggunakan plastik bekas yang besar, caranya sama. Cuma untuk menutupnya, plastik kita tali. Kadang dari kompos yang kita buat ini juga muncul tanaman. Jika menemukan, biarkan saja mereka tumbuh.Tak perlu jijik dengan pengurai yang ditemukan dalam komposter. Merekalah yang mengompos sampah hingga menjadi kompos yang bermanfaat. Nah, kegiatan ini merupakan salah satu yang dapat kita aplikasikan dirumah selama work from home (WFH), berkarya dari rumah.
(Wenty Agustin/Rivana)