MALANG — Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, salah satu UPT Pelatihan Kementerian Pertanian, menjalani Audit Eksternal Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada Jumat (9/10/2026). Audit yang dilaksanakan TUV Rheinland ini bertujuan memastikan konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dalam mendukung kinerja organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan bahwa audit eksternal menjadi kesempatan untuk mengevaluasi konsistensi dan efektivitas penerapan sistem manajemen mutu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, dokumen dan prosedur saja tidak cukup tanpa implementasi nyata oleh seluruh unsur organisasi. Karena itu, komitmen bersama menjadi kunci agar sistem manajemen mutu mampu meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan audit eksternal ini sebagai ruang untuk memperoleh penilaian yang objektif sekaligus masukan konstruktif. Tujuan kami bukan sekadar mempertahankan sertifikasi, tetapi memastikan budaya mutu tumbuh dalam setiap proses kerja dan menjadi tanggung jawab seluruh personel,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel penting untuk memastikan program Kementerian Pertanian berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata. Hal ini perlu didukung sistem kerja yang baik serta SDM profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung kinerja organisasi dan kualitas pelayanan. Penerapan sistem manajemen mutu menjadi salah satu upaya membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Audit eksternal mencakup penilaian terhadap penerapan sistem manajemen mutu di lingkungan BBPP Ketindan. Seluruh jajaran dan tim pengelola ISO 9001:2015 mengikuti proses audit dengan mengedepankan keterbukaan serta penyampaian data dan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
Nurul juga mengingatkan agar setiap catatan dan rekomendasi auditor, jika ada, ditindaklanjuti secara serius sebagai bahan evaluasi bersama. Dengan demikian, penerapan ISO 9001:2015 tidak sekadar memenuhi standar, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan mutu pelayanan.
Hasil audit disampaikan oleh Lead Auditor TUV Rheinland, Thoriq. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan ketidaksesuaian, baik kategori major maupun minor. Tim auditor juga mengidentifikasi sejumlah aspek positif yang menunjukkan penerapan sistem manajemen mutu di BBPP Ketindan berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil tersebut, BBPP Ketindan dinilai layak mempertahankan Sertifikat ISO 9001:2015. Capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu, memperkuat budaya kerja berkualitas, dan meningkatkan pelayanan secara berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/10/10/audit-eksternal-tanpa-temuan-upt-pelatihan-kementan-layak-pertahankan-sertifikasi-iso/


