Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dari Gerakan ASRI, UPT Kementan Panen Hortikultura hingga Perkuat Layanan Konsultasi

Nadif
Aug 21, 2026

MALANG – Lingkungan kerja yang produktif tidak hanya dibangun melalui fasilitas yang memadai, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan lahan, serta dukungan terhadap kebutuhan sumber daya manusia (SDM). Semangat tersebut diwujudkan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melalui implementasi Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), pemanfaatan lahan untuk budidaya hortikultura, serta penguatan layanan internal bagi pegawai.

Gerakan ASRI merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang produktif di lingkungan Kementerian Pertanian. Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun SDM pertanian yang disiplin, sehat, produktif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan SDM pertanian sebagai salah satu fondasi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. SDM yang berkualitas, profesional, dan produktif menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan secara optimal.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa Gerakan ASRI tidak sekadar berkaitan dengan kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan budaya kerja ASN pertanian agar lebih disiplin, sehat, dan produktif. Lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan SDM pertanian.

Implementasi semangat tersebut terlihat di BBPP Ketindan melalui pemanfaatan lahan di sekitar perkantoran untuk budidaya tanaman hortikultura. Tanaman cabai, timun, dan sayuran lainnya yang ditanam dan dirawat oleh pegawai kini telah menghasilkan panen.

Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, mengatakan, budidaya tanaman di lingkungan perkantoran tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pegawai mengenai pemanfaatan lahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini saya panen cabai yang kita lakukan budidayanya di sekitar area kantor. Dan ini untuk mengedukasi pegawai, bagaimana kita menanam kebutuhan pokok sehari-hari yang kemudian bisa kita penuhi dengan kegiatan kita sendiri,” ujar Nurul Qomariyah disela-sela panen pada Kamis (20/8/2026).

Budidaya cabai tersebut juga mengaplikasikan inovasi BBPP Ketindan berupa pestisida nabati Micessla. Menurut Kepala BBPP Ketindan, penerapan inovasi tersebut turut mendukung hasil budidaya cabai yang telah dilakukan.

“Ini juga mengaplikasikan inovasi BBPP Ketindan yaitu Micessla. Alhamdulillah hasilnya sangat bagus,” lanjutnya.

Selain cabai, BBPP Ketindan juga memanfaatkan lahan sekitar perkantoran untuk budidaya timun. Tanaman tersebut ditanam dan dirawat oleh pegawai BBPP Ketindan sebagai bagian dari pemanfaatan lingkungan kerja secara produktif.

Kepala BBPP Ketindan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada pegawai untuk menerapkan budidaya tanaman sederhana di lingkungan rumah masing-masing.

“Mudah-mudahan ini bisa memotivasi teman-teman untuk kemudian mengaplikasikan budidaya ini di lingkungan rumah masing-masing,” tuturnya.

Pemanfaatan lingkungan kerja secara produktif tersebut kemudian dilengkapi dengan penguatan layanan konsultasi internal bagi pegawai BBPP Ketindan. Ruang tersebut menjadi wadah bagi pegawai untuk melakukan konsultasi dan memperoleh pendampingan terkait berbagai persoalan yang dihadapi, baik yang berkaitan dengan kepegawaian maupun persoalan internal lainnya.

Nurul Qomariyah, menjelaskan, keberadaan ruang layanan internal diharapkan dapat memberikan ruang bagi pegawai untuk menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan pendampingan, sehingga dapat dicarikan penyelesaian terbaik dan tidak mengganggu kinerja.

“Ruang layanan konsultasi interna ini fungsinya memberikan ruang buat pegawai-pegawai untuk melakukan konsultasi internal berbagai permasalahan yang dihadapi, baik itu kepegawaian maupun masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masing-masing pegawai,” jelasnya.

Menurutnya, ruang layanan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana yang mampu membantu pegawai dalam menghadapi berbagai persoalan sekaligus memberikan dukungan agar kinerja tetap berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan ruang ini dapat benar-benar memotivasi setiap pegawai dan bisa memberikan penyelesaian terbaik terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pegawai internal BBPP Ketindan, sehingga kinerjanya tidak terganggu, bahkan bisa lebih baik dan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala BBPP Ketindan berharap layanan konsultasi internal pegawai dapat menjadi wadah bagi seluruh pegawai ketika membutuhkan pendampingan.

“Harapan saya bisa benar-benar menjadi wadah buat seluruh pegawai ketika menghadapi sesuatu dan membutuhkan pendampingan,” pungkasnya.

Implementasi Gerakan ASRI di BBPP Ketindan dengan demikian tidak hanya menghadirkan lingkungan kerja yang lebih tertata, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan secara produktif dan edukatif. Di sisi lain, keberadaan Ruang Layanan Internal Pegawai menjadi bagian dari dukungan terhadap SDM melalui penyediaan ruang konsultasi dan pendampingan bagi pegawai.

Sinergi antara lingkungan kerja yang produktif dan layanan internal yang responsif tersebut menjadi bagian dari upaya BBPP Ketindan dalam membangun ekosistem kerja yang nyaman, sehat, produktif, serta mendukung peningkatan kinerja SDM dan kualitas pelayanan. Humas BBPP Ketindan

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/08/21/dari-gerakan-asri-upt-kementan-panen-hortikultura-hingga-perkuat-layanan-konsultasi/

Similar Post