Kegiatan permagangan kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi siswa di bidang agribisnis pengolahan hasil pertanian. Pada tanggal 26–27 Maret 2026, dua siswa dari SMK Negeri 1 Sumber Kabupaten Probolinggo? Jawa Timur, mengikuti program permagangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Yuniar Firawati, siswa kelas XI, dan Putri, siswa kelas XII dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan keterampilan praktis siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri pengolahan pangan.
Tujuan utama dari kegiatan permagangan ini adalah sebagai persiapan menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan terkait inovasi produk olahan hasil pertanian.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi utama berupa pembuatan tempe berbahan dasar kacang merah. Inovasi ini menjadi alternatif pengembangan tempe yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam diversifikasi pangan lokal. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dan sistematis, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, perendaman, pengupasan kulit, perebusan, hingga proses fermentasi menggunakan ragi tempe. Peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya sanitasi dan higienitas dalam produksi pangan.
Selain tempe kacang merah, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan cookies tempe sebagai produk olahan lanjutan. Produk ini merupakan inovasi pangan modern yang mengombinasikan nilai gizi tempe dengan cita rasa yang disukai berbagai kalangan. Dalam praktik pembuatan cookies tempe, siswa diajarkan teknik pencampuran bahan, pengolahan adonan, serta proses pemanggangan yang tepat. Tidak hanya itu, kedua siswa juga diajarkan cara membuat sereal tempe.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh widyiswara profesional dari BBPP Ketindan, Diana Triswaningsih, yang berpengalaman di bidang pengolahan hasil pertanian. Para instruktur tidak hanya memberikan materi teknis, tetapi juga berbagi pengalaman terkait peluang usaha dan pengembangan produk berbasis pangan lokal.
Peningkatan SDM pertanian saat ini masih menjadi prioritas dari Kementerian Pertanian. Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa kemandirian pangan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki karakter kerja yang kuat.
“Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan, pendampingan, dan pembelajaran aplikatif menjadi fokus utama dalam mendukung pembangunan pertanian nasional,”tegas Santi.
Sementara itu Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah juga menuturkan, bahwa melalui permagangan ini, diharapkan siswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal dalam menghadapi kompetisi LKS. Selain itu, pengalaman ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat berinovasi dalam menciptakan produk unggulan.
Secara keseluruhan, kegiatan permagangan ini berlangsung dengan lancar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta. Yuniar Firawati dan Putri mengaku sangat terbantu dalam mempersiapkan diri menghadapi LKS tingkat Provinsi Jawa Timur, serta semakin termotivasi untuk berprestasi di bidang agribisnis pengolahan hasil pertanian.


