Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menggelar Pengajian Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan tema “Ramadhan, Penguatan Spiritual ASN dalam Pengabdian kepada Negeri”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Kepala BBPP Ketindan menyampaikan harapan agar Ramadhan menjadi momentum peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan seluruh aparatur.
“Kami mohon kepada Bapak Ustadz untuk memberikan kiat-kiat kepada kami semua tentang bagaimana meningkatkan keimanan dan ketakwaan di Ramadhan tahun ini. Tentunya, upaya yang kita lakukan ini semata-mata untuk menggapai ridho Allah SWT,” ujar Ka Balai Nurul Qomariyah.
Tausiyah disampaikan oleh Abdullah Azam Al Mubarok, yang mengangkat konsep DNT (Doa, Niat, dan Taubat) sebagai bekal spiritual memasuki Ramadhan. Ia menekankan pentingnya doa sebagai bentuk ketergantungan kepada Allah SWT, niat yang lurus dalam setiap aktivitas, serta taubat sebagai upaya pembersihan diri.
Menurutnya, bagi Aparatur Sipil Negara, bekerja bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi merupakan bagian dari ibadah apabila dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab.
“Bekerjalah dengan ikhlas dan profesional. Ikhlas dalam niatnya, profesional dalam pelaksanaannya. Ketika keduanya berjalan seiring, maka pekerjaan kita tidak hanya bernilai kinerja, tetapi juga bernilai ibadah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadhan adalah momentum evaluasi diri, termasuk dalam hal etos kerja, integritas, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Dengan memperkuat doa, meluruskan niat, dan memperbanyak taubat, ASN diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga integritas sebagai abdi negara.
Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya penguatan integritas, profesionalisme, serta budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan. Ia meminta seluruh ASN Kementerian Pertanian untuk bekerja cepat, adaptif, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan pertanian nasional serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penegasan tersebut selaras dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mengingatkan pentingnya penguatan budaya kerja ASN yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Ia menegaskan bahwa implementasi Core Value ASN BerAKHLAK harus tercermin dalam kinerja nyata, disiplin kerja, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan pertanian.
“Kunci keberhasilan pengembangan SDM pertanian terletak pada komitmen ASN dalam bekerja profesional, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar slogan,” tegas Santi.
Melalui Pengajian Tarhib Ramadhan ini, BBPP Ketindan menegaskan komitmennya untuk membentuk ASN yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat serta menjadikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai landasan dalam setiap pengabdian kepada negeri.


