Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kenalkan Teknologi Mikroorganisme, UPT Pelatihan Kementan Bekali Siswa Prakerin Keterampilan Pertanian Praktis

Nadif
Sep 13, 2026

Malang – Pembelajaran pertanian tidak cukup berhenti pada teori. Pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang dapat diterapkan di lapangan. Hal tersebut dilakukan UPT Pelatihan Kementerian Pertanian melalui pendampingan siswa Praktik Kerja Industri (Prakerin) dalam praktik pembuatan Photosynthetic Bacteria (PSB) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Ketindan), Jumat (11/9/2026).

Praktik tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal pemanfaatan mikroorganisme dalam kegiatan budidaya tanaman sekaligus memahami penerapan teknologi pertanian sederhana yang dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berdaya saing. Regenerasi petani perlu didukung dengan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi generasi muda pertanian melalui pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung.

Dalam praktik pembuatan PSB, siswa terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai prinsip dasar, bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, serta pemanfaatannya dalam mendukung kegiatan budidaya tanaman. Siswa kemudian terlibat langsung dalam proses penyiapan bahan, pencampuran, hingga pengemasan larutan ke dalam wadah transparan.

Bahan yang digunakan dalam praktik antara lain air bersih,air kolam, telur ayam, terasi, telur, dan micin. Sementara peralatan yang digunakan meliputi wadah transparan, gelas ukur, sendok atau pengaduk, corong, dan wadah pencampuran.

Setelah seluruh bahan dicampurkan hingga homogen, larutan dimasukkan ke dalam botol transparan dan ditempatkan pada lokasi yang mendapatkan paparan sinar matahari. Selama proses berlangsung, siswa melakukan pengamatan secara berkala terhadap perubahan warna dan kondisi larutan.

Proses tersebut memberikan pengalaman kepada siswa bahwa penerapan teknologi pertanian sederhana tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga ketelitian dalam mengikuti tahapan, melakukan pengamatan, serta memahami perubahan yang terjadi selama proses.

Salah seorang siswa Prakerin, Maulidya, mengatakan praktik pembuatan PSB memberinya pengalaman baru dalam memahami pemanfaatan mikroorganisme untuk kegiatan pertanian.

“Melalui praktik ini saya jadi mengetahui bahwa mikroorganisme juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian. Selain mendapatkan teori, kami bisa langsung mempraktikkan cara pembuatannya,” ujar Maulidya.

Menurutnya, keterlibatan langsung dalam setiap tahapan membuat pembelajaran lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami hubungan antara materi yang dipelajari dengan penerapannya di lapangan.

Praktik pembuatan PSB menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang diberikan kepada siswa Prakerin selama mengikuti kegiatan di BBPP Ketindan. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dilatih untuk bekerja secara sistematis, mengamati proses, dan mengenali alternatif teknologi sederhana yang dapat diterapkan dalam bidang pertanian.

Pembekalan semacam ini diharapkan turut memperkuat kompetensi generasi muda pertanian sehingga mereka memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta ikut mendorong penerapan pertanian yang berkelanjutan. Asep Koswara/ Tuban*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/13/kenalkan-teknologi-mikroorganisme-upt-pelatihan-kementan-bekali-siswa-prakerin-keterampilan-pertanian-praktis/

Similar Post