Blitar – Pemerintah terus memperkuat keberpihakan kepada petani dan peternak melalui dukungan bantuan, penguatan pasokan pakan, serta pengendalian harga komoditas pangan strategis. Komitmen tersebut ditunjukkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat melakukan kunjungan kerja di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga jagung dan telur, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak. Kegiatan ini dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian lapangan, kepala desa, camat, serta petani jagung dan peternak dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Kegiatan diawali dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian bersama para pejabat yang hadir. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat kemandirian pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung keberlangsungan usaha petani dan peternak. Bantuan tersebut meliputi 18 truk atau setara 200 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak, bantuan benih jagung senilai Rp1,8 miliar, serta bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor kepada kelompok tani setempat. Selain itu, dilakukan penyerahan nota pembelian telur dari peternak ayam di Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar, Rijanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian atas perhatian dan kepedulian terhadap petani dan peternak di Kabupaten Blitar.
Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah agraris yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk melalui komoditas jagung.
Menurutnya, jagung menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar, namun tingginya kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha peternakan memerlukan perhatian serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
Dalam arahannya, Mentan Amran, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalihkan anggaran sebesar Rp3,7 triliun untuk mendukung petani jagung dan peternak. Anggaran tersebut berasal dari pengurangan sejumlah belanja yang dinilai bukan prioritas, seperti kegiatan seminar di hotel, kunjungan, perjalanan dinas, dan kegiatan perkantoran.
Khusus untuk Provinsi Jawa Timur, alokasi anggaran bantuan sektor pertanian pada tahun 2026 mencapai Rp3 triliun. Mentan menegaskan bahwa seluruh bantuan pemerintah harus dikawal agar tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani serta peternak. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari petani, peternak, koperasi, TNI, pemerintah daerah, hingga Bulog. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem pangan yang terintegrasi, mulai dari produksi jagung, distribusi, hingga pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan ternak.
Terkait stabilitas harga, Mentan menegaskan bahwa jagung pakan tidak boleh dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan Bulog, yakni Rp 5.000 maksimal Rp 5.500 per kilogram. Sementara itu, harga telur di tingkat peternak juga harus dijaga agar tidak berada di bawah ketentuan harga sebesar Rp24.000 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap petani dan peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog bersama petani dan peternak. Dalam sesi tersebut, Suparto, perwakilan Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur asal Lamongan, menyampaikan keluhan mengenai krisis pasokan jagung yang terjadi di wilayahnya dan berdampak pada kebutuhan pakan ternak.
Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan peternakan, menjamin ketersediaan bahan baku pakan, serta memperkuat rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, peternak, koperasi, dan Bulog diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat, melindungi kesejahteraan pelaku usaha, serta mempercepat terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Nurul Qomariyah/ Najia Nuriyana*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/11/05/perkuat-petani-jagung-dan-peternak-mentan-amran-salurkan-200-ton-jagung-sphp-di-blitar/


