Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk meninjau capaian mutu, hasil audit internal, serta mengevaluasi penerapan sistem manajemen mutu sebagai dasar penguatan perbaikan berkelanjutan. RTM diikuti seluruh pegawai serta unsur yang terlibat dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 di lingkungan BBPP Ketindan. Kegiatan diawali dengan paparan capaian mutu ISO 9001:2015 yang disampaikan Ketua Tim Kerja Evaluasi dan Pelaporan, Agus Wahana. Paparan tersebut menjadi bahan untuk melihat pelaksanaan dan capaian sasaran mutu sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Selanjutnya, Solikin selaku Lead Auditor, menyampaikan hasil audit internal ISO 9001:2015 yang telah dilaksanakan pada 2–3 September 2026. Audit internal menjadi bagian dari proses evaluasi untuk memastikan penerapan sistem manajemen mutu berjalan sesuai ketentuan sekaligus menemukan ruang perbaikan dalam setiap proses kerja.
Setelah pemaparan capaian mutu dan hasil audit internal, Nurul Qomariyah, selaku Kepala BBPP Ketindan menyampaikan bahwa RTM bukan semata-mata memenuhi persyaratan ISO, tetapi harus dimanfaatkan untuk melihat efektivitas penerapan sistem manajemen mutu dan menentukan langkah perbaikan.
“Audit bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk menemukan apa yang perlu kita perbaiki agar proses kerja kita menjadi lebih baik,” ujar Nurul.
Menurutnya, hasil audit internal dan capaian mutu perlu ditindaklanjuti secara konkret, terukur, dan konsisten. Penerapan ISO 9001:2015 juga harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh pegawai, sehingga standar dan prosedur yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“ISO bukan pekerjaan satu orang, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dalam evaluasi dan pembahasan tersebut, hasil capaian mutu dan audit internal menjadi bahan untuk melihat aspek yang perlu dipertahankan, diperbaiki, maupun ditingkatkan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kepala BBPP Ketindan selaku Top Management juga menetapkan dan menyampaikan Kebijakan Mutu yang mencakup peningkatan mutu dan relevansi penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi dan kebutuhan pembangunan pertanian; peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDM pertanian; penumbuhan, pendampingan, dan pengembangan Brigade Pangan; peningkatan inovasi, pemanfaatan teknologi pertanian modern dan digitalisasi; peningkatan jejaring kerja sama dengan stakeholder; peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelatihan; serta peningkatan berkelanjutan Sistem Manajemen Mutu.
Kebijakan tersebut diperkuat dengan langkah-langkah penerapan, antara lain menyelenggarakan pelatihan pertanian yang berkualitas, adaptif, berbasis kompetensi dan selaras dengan program strategis Kementerian Pertanian; meningkatkan kapasitas Brigade Pangan; mengembangkan inovasi dan transfer teknologi pertanian; memperkuat jejaring kemitraan dan kolaborasi; serta mengoptimalkan sarana dan prasarana sebagai wahana pembelajaran pertanian modern.
Kebijakan tersebut juga menegaskan pentingnya internalisasi ISO dan penerapannya secara berkelanjutan pada masing-masing fungsi di bawah kendali atasan atau koordinator. Dengan demikian, ISO 9001:2015 tidak berhenti pada pemenuhan dokumen dan standar, tetapi diterapkan dalam proses kerja sebagai bagian dari budaya mutu organisasi.
Komitmen peningkatan mutu tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengenai pentingnya penguatan kompetensi dan kapasitas SDM untuk mendukung pembangunan pertanian.
Hal ini juga selaras dengan perhatian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi SDM pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui RTM, BBPP Ketindan memperkuat penerapan sistem manajemen mutu dengan menjadikan capaian mutu dan hasil audit sebagai dasar evaluasi, kemudian ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah perbaikan yang terarah. Upaya tersebut diharapkan mampu membangun proses kerja yang semakin konsisten, efektif, dan berorientasi pada mutu, sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan dan pelayanan kepada masyarakat. BBPP Ketindan
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/22/perkuat-sistem-manajemen-mutu-upt-kementan-tegaskan-komitmen-perbaikan-berkelanjutan/


