Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Tahun 2025 dan Percepatan LTT Tahun 2026 bersama jajaran pertanian Kabupaten Jombang pada Jumat (16/01/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian tanam tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah percepatan LTT tahun 2026 secara lebih terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi petugas lapangan, penyuluh, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mengawal program LTT. Ia menegaskan bahwa evaluasi LTT bukan sekadar melihat capaian angka, melainkan menjadi pijakan penting untuk memperkuat strategi kerja ke depan.
“Evaluasi LTT tahun 2025 ini bukan hanya melihat capaian, tetapi menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperkuat strategi percepatan LTT tahun 2026. Kunci keberhasilan kita ada pada sinergi pusat dan daerah, kedisiplinan pendampingan lapangan, serta konsistensi kerja seluruh tim,” tegas Nurul Qomariyah.
Ia menambahkan bahwa capaian LTT yang telah diraih di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jombang, merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
“Mudah-mudahan capaian LTT yang telah kita raih ini dapat kita pertahankan, bahkan terus kita tingkatkan. Ini membutuhkan komitmen bersama, konsistensi pendampingan lapangan, serta sinergi yang semakin kuat antara pusat dan daerah,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch. Rony, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pimpinan serta jajaran BBPP Ketindan atas kepemimpinan, pendampingan, dan dukungan yang selama ini diberikan dalam penguatan sektor pertanian.
“Kekuatan kita ada pada kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kalau itu terbangun, bekerja tidak perlu didorong, semua akan berjalan dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ujar Moch. Rony.
Moch. Rony juga menyoroti capaian program strategis LTT yang menunjukkan kemajuan signifikan berkat pendampingan intensif, pemanfaatan data, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Target LTT tidak akan tercapai tanpa pendampingan yang kuat, pemahaman data yang baik, dan kepercayaan kepada SDM di lapangan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa percepatan LTT menjadi kunci utama dalam menjaga produksi dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Mentan menekankan pentingnya pengawalan LTT secara ketat, terukur, dan berkelanjutan, termasuk melalui pemantauan rutin dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan program strategis pertanian, termasuk percepatan LTT, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kekuatan kolaborasi lintas sektor.
Ia menekankan bahwa penyuluh, petugas lapangan, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu irama, mengedepankan sinergi, inovasi, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Percepatan LTT Tahun 2026 dipandang sebagai langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, menjaga stabilitas produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkesinambungan.
Rapat Koordinasi Evaluasi LTT Tahun 2025 dan Percepatan LTT Tahun 2026 ini menegaskan komitmen bersama BBPP Ketindan dan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk terus memperkuat sinergi pusat dan daerah. Dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan penguatan peran SDM, diharapkan target LTT tahun 2026 dapat tercapai secara optimal dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.


