Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Teknologi Sistem Kapiler Dorong Efisiensi Air dalam Budidaya Tanaman

Nadif
Sep 16, 2026

Malang – Efisiensi penggunaan air menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan budidaya tanaman yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan dorongan Kementerian Pertanian untuk memperkuat pengelolaan air dan pemanfaatan teknologi pertanian yang adaptif guna menjaga produktivitas di tengah tantangan ketersediaan air.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Karena itu, penerapan teknologi yang mampu mengatur pemberian air secara lebih terukur perlu terus didorong sesuai kondisi dan kebutuhan budidaya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan SDM pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penguasaan teknologi dan inovasi menjadi bagian dari kompetensi yang diperlukan untuk menjawab tantangan pertanian modern.

Implementasi teknologi sederhana untuk efisiensi penggunaan air tersebut dipraktikkan di lahan praktik Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melalui penerapan sistem kapiler pada tanaman.

Dalam praktik yang dilakukan pada Rabu (16/9), Widyaiswara BBPP Ketindan, Tuban, menjelaskan bahwa sistem kapiler memanfaatkan gaya kapilaritas untuk menyalurkan air dari sumber menuju media tanam secara perlahan.

Air dari wadah penampungan disalurkan melalui media penghantar seperti kain, sumbu, atau bahan berpori menuju media tanam. Dengan mekanisme tersebut, air dapat tersedia secara bertahap sehingga kelembapan media lebih terjaga.

“Prinsipnya adalah memanfaatkan kemampuan media penghantar untuk membawa air menuju media tanam. Air tidak diberikan sekaligus, tetapi disuplai secara perlahan sesuai kemampuan sistem dan kondisi media,” jelas Tuban.

Menurutnya, sistem tersebut dapat menjadi alternatif penyiraman untuk budidaya tanaman dalam pot, polybag, persemaian, maupun pemanfaatan lahan terbatas. Selain berpotensi mengurangi frekuensi penyiraman, sistem kapiler juga dapat membantu menghemat tenaga karena tanaman tidak harus disiram secara langsung setiap saat.

Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter tanaman dan kondisi lingkungan. Kecepatan suplai air dipengaruhi oleh jenis serta ukuran media penghantar, kondisi media tanam, jarak sumber air dengan tanaman, dan kebutuhan air tanaman.

“Kalau perancangannya tidak sesuai, air bisa terlalu banyak atau justru tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Karena itu, sistem kapiler perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, media tanam, dan kondisi lingkungan,” tambah Tuban.

Selain memiliki manfaat praktis, penerapan sistem kapiler juga menjadi bagian dari pembelajaran mengenai efisiensi penggunaan sumber daya. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana prinsip sederhana dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan air dalam budidaya tanaman.

Salah satu peserta kegiatan, Arta, menilai penerapan sistem kapiler memberikan gambaran bahwa teknologi pertanian tidak selalu membutuhkan peralatan yang kompleks.

“Teknologi sistem kapiler ini menarik karena sederhana dan bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan. Kita bisa belajar mengatur kebutuhan air tanaman sekaligus mengurangi pekerjaan penyiraman,” ujar Arta.

Melalui penerapan teknologi di lahan praktik, BBPP Ketindan terus mendorong pembelajaran pertanian yang menghubungkan teori dengan praktik. Teknologi sederhana seperti sistem kapiler dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk mengenalkan efisiensi penggunaan air sekaligus meningkatkan kemampuan peserta dalam memilih teknologi yang sesuai dengan kondisi budidaya.

Upaya tersebut sejalan dengan peran UPT Pelatihan Kementerian Pertanian dalam memperkuat kompetensi SDM pertanian agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu menerapkan teknologi sesuai kebutuhan di lapangan. Penguatan kapasitas SDM dan pemanfaatan inovasi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pertanian modern dan berkelanjutan. Tuban/ Humas BBPP Ketindan.

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/16/teknologi-sistem-kapiler-dorong-efisiensi-air-dalam-budidaya-tanaman/

Similar Post