Sumenep – Kementerian Pertanian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai langkah strategis mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional. Salah satu upaya dilakukan melalui Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan III yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura.
Pelatihan yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 tersebut diikuti 25 penyuluh pertanian, khususnya pendamping Brigade Pangan. Sebelum mengikuti praktik lapangan, peserta terlebih dahulu memperoleh materi pembelajaran secara daring yang dibuka melalui Zoom Meeting BBPP Ketindan pada 19 Mei 2026.
Kegiatan pelatihan menerapkan metode blended learning yang mengombinasikan pembelajaran daring dengan praktik langsung di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta sekaligus memperkuat keterampilan dalam mengimplementasikan inovasi dan teknologi pertanian modern.
Berbagai materi diberikan selama pelatihan, mulai dari penerapan teknologi pertanian modern, pengelolaan Brigade Pangan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) padi, hingga pemanfaatan digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian.
Peserta juga mengikuti praktik lapangan berupa penanaman padi, pembuatan bahan peningkat kesuburan tanah dan tanaman, pengolahan pestisida nabati, serta penggunaan sistem informasi pelaporan dan monitoring evaluasi guna mendukung percepatan program swasembada pangan berbasis digital.
Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas penyuluh menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan sektor pertanian, terutama di wilayah kepulauan dan pesisir seperti Kabupaten Sumenep.
“Pelatihan ini menjadi tambahan semangat dan wawasan baru bagi penyuluh pertanian. Melalui metode blended learning, peserta tetap memperoleh fleksibilitas belajar sekaligus pengalaman praktik secara langsung. Kami optimistis penyuluh mampu mengawal Brigade Pangan dan memperkuat upaya swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Dewo, Rabu (20/5/2026).
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian merupakan faktor utama dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
“Pertanian modern membutuhkan SDM yang adaptif, cepat belajar, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi,” tegas Mentan Amran.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pendampingan petani dalam mempercepat adopsi inovasi dan teknologi di lapangan.
Menurutnya, peningkatan kompetensi penyuluh perlu dilakukan secara berkelanjutan agar proses transfer teknologi kepada petani berjalan optimal serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
Melalui pelatihan ini, penyuluh pertanian di Kabupaten Sumenep diharapkan semakin kompeten dalam mendampingi Brigade Pangan dan kelompok tani binaan. Penguatan kapasitas SDM tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan serta mempercepat tercapainya swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia. Ajeng
Diterbitkan di megapolitannews.com


