Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Cetak Petani Milenial Berjiwa Pebisnis, Kementan Terapkan Praktik Pemasaran Nyata

Nadif
Jul 30, 2026

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus memperkuat kompetensi generasi muda melalui praktik pemasaran produk K-Smart Farm yang diikuti 21 peserta Praktik Kerja Industri (Prakerin), Selasa (28/7/2026).

Kegiatan dirancang untuk membekali peserta dengan pengalaman nyata di bidang pemasaran sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.

Praktik pemasaran dilakukan dengan pendekatan direct marketing melalui promosi dan pembagian tester produk kepada masyarakat di sekitar BBPP Ketindan. Peserta juga berinteraksi langsung dengan calon konsumen di booth pemasaran untuk memperkenalkan berbagai produk hasil pertanian serta layanan pelatihan yang dimiliki BBPP Ketindan.

Salah satu peserta Prakerin dari SMKN 1 Purwosari, Lidya, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, praktik pemasaran secara langsung menjadi cara efektif untuk mengenalkan produk sekaligus meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan public speaking.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang mendatangi booth pemasaran dan membeli produk yang ditawarkan. Kegiatan ini sekaligus memperluas pengenalan masyarakat terhadap produk K-Smart Farm serta layanan pelatihan BBPP Ketindan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Widyaiswara BBPP Ketindan, Nining Hariyani, menjelaskan bahwa pemasaran merupakan rangkaian kegiatan bisnis yang mencakup perencanaan pasar, penetapan harga, promosi, hingga distribusi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan usaha.

“Melalui praktik ini, peserta Prakerin tidak hanya belajar menjual produk, tetapi juga memahami strategi pemasaran dan penerapannya secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk berkarier di dunia usaha dan dunia industri pertanian,” ujarnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani harus didukung dengan penerapan teknologi modern dan jaminan usaha yang menguntungkan agar mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Tanpa kedua hal ini, mustahil mereka akan terjun ke lapangan,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kami terus mendorong lahirnya petani-petani milenial yang tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Mereka bukan hanya penghasil pangan, tetapi juga motor penggerak swasembada pangan berkelanjutan di era modern,” ujar Idha.

Melalui praktik pemasaran ini, BBPP Ketindan tidak hanya membekali peserta Prakerin dengan keterampilan teknis di bidang pemasaran, tetapi juga membangun karakter, kemampuan komunikasi, dan mental kewirausahaan. Diharapkan pengalaman tersebut mampu melahirkan generasi muda yang siap berwirausaha, berdaya saing, serta berkontribusi dalam memperkuat pembangunan pertanian Indonesia. Nining Hariyani*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/30/cetak-petani-milenial-berjiwa-pebisnis-kementan-terapkan-praktik-pemasaran-nyata/

Similar Post