Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dorong Kemandirian Sertifikasi Benih, Kementan Perkuat Kapasitas SDM Hortikultura

Nadif
Jun 12, 2026

Malang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan kualitas layanan perbenihan hortikultura melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sebanyak 30 petugas perbenihan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM UPT Perbenihan Hortikultura Menuju Kemandirian Sertifikasi dan Pengembangan Teknik Budidaya Hortikultura yang berlangsung di UPT Pelatihan Pertanian Bedali, Kabupaten Malang, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas perbenihan dalam mendukung layanan sertifikasi benih serta pengembangan budidaya hortikultura yang berkualitas dan berdaya saing.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur pertanian harus terus dilakukan untuk mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa SDM pertanian yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing merupakan modal penting dalam mendorong inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha pertanian.

“Berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas terus diperkuat untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan sektor pertanian ke depan,” ujar Arsanti.

Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan ini adalah Penerapan Komunikasi Efektif yang disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Ketindan, Asep Koswara. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas peserta karena keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan aspek teknis, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak.

Dalam pemaparannya, Asep menjelaskan komunikasi efektif merupakan proses penyampaian informasi yang dapat dipahami, diterima, dan ditindaklanjuti sesuai tujuan yang diharapkan. Kemampuan ini sangat diperlukan oleh petugas perbenihan dalam berinteraksi dengan petani, kelompok tani, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip komunikasi efektif, seperti kejelasan pesan, ketepatan informasi, keterbukaan, empati, sikap saling menghargai, serta konsistensi dalam penyampaian informasi. Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan kerja yang harmonis dan produktif.

Menurut Asep, komunikasi yang efektif harus diawali dengan sikap menghargai lawan bicara. Dengan adanya rasa hormat dan empati, proses penyampaian informasi akan berjalan lebih baik sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih mudah.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi di kelas, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi kelompok, simulasi, dan praktik komunikasi. Metode tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan materi dalam berbagai situasi yang sering ditemui di lingkungan kerja.

Peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya komunikasi dalam mendukung pelaksanaan tugas teknis maupun administrasi. Selain itu, mereka merasa lebih percaya diri untuk menerapkan teknik komunikasi efektif dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, para petugas perbenihan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan sertifikasi benih dan pengembangan hortikultura yang berkelanjutan di Jawa Timur. Asep Koswara*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/12/dorong-kemandirian-sertifikasi-benih-kementan-perkuat-kapasitas-sdm-hortikultura/

Similar Post