Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Membangun Sinergi dan Kolaborasi, UPT Pelatihan Kementan Perkuat Pengembangan SDM Pertanian di Bali

Nadif
Sep 29, 2026

Bali – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai UPT Pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) membangun sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui kunker ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng dan BKPSDM Provinsi Bali pada 27–28 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BBPP Ketindan memperluas jejaring kerja sama dalam mendukung peningkatan kompetensi ASN di bidang pertanian, sekaligus menggali kebutuhan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci penting dalam mendukung pembangunan pertanian, termasuk dalam mewujudkan swasembada pangan. Kompetensi SDM perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya SDM pertanian yang kompeten dan adaptif. Penguatan kompetensi menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM yang mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan.

Di BKPSDM Kabupaten Buleleng, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, membahas peluang kerja sama dalam peningkatan kompetensi ASN di bidang pertanian sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Pembahasan tersebut diterima oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Buleleng I Made Dwi Adnyana, didampingi Sekretaris BKPSDM Kabupaten Buleleng Made Herry Hermawan, Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Ni Luh Prima Diantari Wati, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Buleleng Ni Komang Sutrisni.

Salah satu bentuk kerja sama yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan Pelatihan Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), diharapkan pelaksanaannya dapat dimulai pada tahun ini.

Selain pengembangan kompetensi ASN, pertemuan juga membahas pentingnya inovasi pengolahan hasil panen menjadi produk turunan, terutama ketika terjadi kelebihan produksi. Pengolahan pascapanen dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian di daerah.

Kabupaten Buleleng memiliki potensi besar di bidang hortikultura. Wilayah yang mencakup sekitar seperempat Pulau Bali tersebut memiliki sejumlah komoditas unggulan, di antaranya mangga serta pengembangan budidaya stroberi varietas unggul di kawasan Pancasari. Bahkan ada Durian lokal yang sengaja dipertahankan kemurniannya.

Potensi pertanian tersebut juga didukung oleh inisiatif masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian secara mandiri. Salah satunya melalui pengembangan kawasan agrowisata edukasi oleh masyarakat serta dukungan promosi daerah melalui Festival Danau Buyan. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pertanian dalam mengembangkan potensi daerah.

Selanjutnya kunker dilanjutkan ke BKPSDM Provinsi Bali dalam rangka memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara BBPP Ketindan dan Pemerintah Provinsi Bali. Nurul Qomariyah menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Provinsi Bali atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BBPP Ketindan sebagai tempat pelaksanaan pelatihan.

Menurut Nurul, kerja sama yang telah terjalin diharapkan tidak berhenti pada kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan fungsional dan pelatihan teknis sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensi SDM pertanian.

BKPSDM Provinsi Bali menyampaikan rencana pengembangan kerja sama di bidang pelatihan teknis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus diperluas sehingga kebutuhan pengembangan kompetensi SDM dapat direspons melalui program pelatihan yang sesuai dan berkelanjutan.

Penguatan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan kompetensi dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi antara BBPP Ketindan dan pemerintah daerah juga membuka ruang untuk menghubungkan kebutuhan kompetensi dengan potensi pertanian yang dimiliki masing-masing wilayah.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, BBPP Ketindan terus memperkuat perannya dalam pengembangan SDM pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi ASN sekaligus memperkuat pembangunan pertanian di daerah dan nasional. Nurul Qomariyah/ Astutiningsih*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/29/membangun-sinergi-dan-kolaborasi-upt-pelatihan-kementan-perkuat-pengembangan-sdm-pertanian-di-bali/

Similar Post